Tanggapan Tim Pemenangan Soal Beredarnya Surat Pemecatan Prabowo

Senin, 09 Juni 2014 - 17:09 WIB
Tanggapan Tim Pemenangan...
Tanggapan Tim Pemenangan Soal Beredarnya Surat Pemecatan Prabowo
A A A
JAKARTA - Jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, bereda surat pemecatan Panglima Komando Cadangan Setrategis Angkatan Darat (Kostrad) Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Penggalangan dan Kampanye Koalisi Merah Putih Idrus Marham mengaku, pihaknya menyesal atas kembali beredarnya surat pemecatan capres nomor 1 tersebut.

"Ini yang saya sesalkan, mengapa hal ini tidak keluar saat Pak Prabowo maju menjadi wakilnya Ibu Megawati. Ini hanya diada-adakan," ujar Idrus di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Tumur, Senin (9/6/2104).

Idrus yakin, cara-cara mengungkit masa lalu Prabowo ini justru akan memperkuat dukungan masyarakat kepada Prabowo. "Karena beliau dizalimi," ujar Idrus.

Ditemui terpisah, Sekretaris Umum Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Fadli Zon menegaskan bahwa Prabowo tidak pernah dipecat.

"Sekali lagi, Pak Prabowo tidak pernah dipecat. Menurut Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 62/ABRI/1998, Pak Prabowo diberhentikan dengan hormat. Jasa-jasanya juga diakui dan juga diberikan pensiun. Artinya surat itu tidak pernah ada," ujar Fadli.

Menurutnya, ada dua hal yang perlu diklarifikasi tentang beredarnya dokumen pemecatan Prabowo itu. Pertama, dokumen yang dikeluarkan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) adalah rahasia negara. Jika dokumen tersebut beredar, berarti ada oknum yang telah membocorkan rahasia negara.

Kedua, dokumen pemecatan Prabowo tidak akurat. Fadli menilai, yang akurat adalah dokumen akhir yaitu Kepres. Lebih lanjut, Fadli menambahkan, institusi TNI harus mengusut siapa pelaku tindak pidana karena telah membocorkan rahasia negara.

"Jadi kita berharap juga institusi TNI mengusut siapa yang membocorkan dokumen-dokumen, karena itu hanya ada di berankas panglima ABRI, yang ketika itu adalah Pak Wiranto. Jadi itu adalah suatu tindak pidana, membocorkan rahasia negara," pungkas Fadli.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved