Kualitas SDM Rendah, Indonesia Perlu Revolusi Mental

Kamis, 05 Juni 2014 - 17:26 WIB
Kualitas SDM Rendah,...
Kualitas SDM Rendah, Indonesia Perlu Revolusi Mental
A A A
JAKARTA - Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, membuat bangsa Indonesia terlena. Sudah terlalu lama kita dininabobokan oleh anugerah alam, dan baru tersadar ketika SDA yang dimiliki sudah semakin menipis.

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan tentu tidak akan sukses jika hanya bergantung pada kekayaan alam semata. Perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan teknologi.

Dalam konteks seperti itu, revolusi mental merupakan kebutuhan penting dan mendesak bagi manusia Indonesia. "Mengingat, generasi penerus bangsa perlu disiapkan dalam menghadapi tantangan zaman," ujar dosen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Iman Sugema di Hopetown Resto, Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2014).

Ada kebutuhan mendasar bagi Indonesia untuk segera mempercepat pembangunan manusia (SDM), agar tidak semakin tertinggal dengan negara lain.

Saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada peringkat ke-121 dari 187 negara. Kita berada jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura (peringkat 18), Malaysia (peringkat 64), Thailand (peringkat 103), dan Filipina (peringkat 114).

Demikian pula jika kita melihat struktur angkatan kerja Indonesia. Sebanyak 55,3 juta (46,8 persen) lulusan Sekolah Dasar (SD).

"Tidak lama lagi kita akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Persaingan dalam pasar tenaga kerja menjadi lebih luas dan menuntut kualitas SDM yang prima dan siap bersaing," ujar Iman.

Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF, 2014), peringkat daya saing Indonesia berada pada peringkat 38 dan masih lebih rendah bila dibandingkan dengan beberpa negara tetangga seperti Singapura (peringkat 2), Malaysia (peringkat 24), dan Thailand (peringkat 37).

Jika kondisi tersebut tidak segera diperbaiki, tentu potensi yang dimiliki bangsa ini justru akan dimanfaatkan oleh negara lain. Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi surplus produksi negara-negara lain dan akan memicu neraca perdagangan Indonesia menjadi semakin terpuruk.

Salah satu kualitas SDM yang sampai saat ini belum banyak disentuh adalah menyangkut aspek mental budaya kerja. Di sektor swasta, pada umumnya telah tercipta budaya kerja yang baik. Sehingga revolusi mental akan difokuskan pada birokrasi pemerintahan. Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi yang mampu menunjang daya saing nasional.
(maf)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 20262029 Resmi Ditetapkan
KAEF Siapkan Ekosistem...
KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved