Pengamanan Wilayah Maritim Belum Optimal

Rabu, 04 Juni 2014 - 10:32 WIB
Pengamanan Wilayah Maritim...
Pengamanan Wilayah Maritim Belum Optimal
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) menilai pengamanan
wilayah maritim belum optimal. Hingga kini pelanggaran oleh pihak-pihak tertentu di perairan Indonesia masih terus terjadi.

“Bakorkamla akan terus meningkatkan intensifikasi patroli untuk pengendalian keamanan laut,” ujar Kepala Pusat Operasional Bakorkamla Laksmana TNI Wuspo Lukito saat pembukaan penyegaran komandan/nahkoda kapal patroli dan pengawak Satgas ke-XXXV tahun 2014 di Jakarta, Selasa 3 Juni 2014.

Dia mengaku hingga kini pihaknya masih menemukan beragam pelanggaran laut seperti, pada dokumentasi kapal, muatan, pengangkutan ilegal, pencemaran lingkungan laut.

Termasuk tindak kejahatan baik konvensional maupun non konvensional serta transnational crime. “Kita masih mendapat informasi soal kecelakaan laut, kapal tenggelam, kandas dan terbakar di perairan hingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Bakorkamla, operasi bersama yang
dilakukan pada 2013 lalu berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp157,6 miliar.

Sedangkan, pada tahun ini jumlah kerugian yang berhasil diselamatkan hingga Mei mencapai Rp1,4 miliar. “Patroli bersama yang melibatkan TNI AL, Polair Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Bea Cukai di perairan Indonesia sangat efektif untuk menekan pelanggaran yang terjadi di perairan Indonesia,” tuturnya.

Pertemuan kali ini, kata dia, selain membahas isu aktual keamanan maritim, batas maritim, tindakan dan perlakuan bagi nelayan di batas maritim antara Indonesia-Malaysia juga membahas tentang materi teknis penawasan kapal dan pesawat udara asing di perairan yuridiksi Indonesia.

Sementara itu, Wadan Timkorkamla Satgas III Ambon Kolonel Laut I Dewa Putu Gede Supartha mengatakan, perairan Indonesia harus dilindungi dari berbagai pelanggaran seperti pencurian ikan, penyelundupan, illegal logging, pertambangan dan sebagainya.

Dia mengaku, Bakorkamla telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan seperti, pencurian ikan yang kerap terjadi di perairan Natuna dan Aru, Papua. Kemudian, aksi perompakan di perairan Selat Malaka dan Kepulauan Riau.
(dam)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved