Jokowi Instruksikan Copot Spanduk Capres

Kamis, 29 Mei 2014 - 18:19 WIB
Jokowi Instruksikan...
Jokowi Instruksikan Copot Spanduk Capres
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk mencabut semua spanduk tak berizin termasuk spanduk yang terkait dengan kampanye pilpres yang ada di DKI Jakarta karena melanggar aturan.

Tidak ada diskriminasi, spanduk yang mengatasnamakan relawan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) juga ikut yang dibersihkan.

Hari ini, sejumlah aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, dipimpin Kukuh Hadi Santoso, melakukan proses pembersihan itu, yang dimulai dari wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya melaksanakan ini atas perintah Pak Gubernur. Karena spanduk-spanduk ini belum tepat waktu dan tempatnya. Belum waktunya kampanye, apalagi memasangnya juga di daerah yang dilarang," jelas Kukuh kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Daerah yang dilarang itu merupakan wilayah protokol. Seperti kawasan Thamrin, kawasan Sudirman, Gatot Subroto, kawasan jalan Medan Merdeka, dan Monas. Menurut Kukuh, hal itu sesuai dengan aturan Bawasda DKI Jakarta.

"Pemerintah Daerah DKI Jakarta patuh pada peraturan. Justru Pak Gubernur yang arif dan bijaksana yang memerintahkan," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, himbauan sudah dikeluarkan Pemda DKI Jakarta. Hanya saja, para pemasang spanduk memasang di malam hari ketika aparat sedang beristirahat.

Camat Menteng, Bondan Diah Ekowati, yang juga turut dalam razia spanduk itu menegaskan perintah Jokowi adalah menjaga keindahan kota, dimana spanduk-spanduk tak berizin harus dicopot.

"Hari ini pembersihan di lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu. Ini dilakukan murni sesuai aturan karena kita belum masuk kampanye. Ini penegakan Perda 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum," kata Diah Ekowati.

Dia memastikan, apabila sudah waktunya, yakni di masa kampanye pilpres, aparat birokrasi DKI Jakarta pasti akan mengijinkan kegiatan memasang spanduk itu.

"Kami menegakkan perda dan tidak kuatir ada komplain dari parpol ataupun pasangan capres. Meskipun hari ini, kebetulan umbul-umbul pendukung Pak Jokowi yang paling banyak dibersihkan," jelasnya.

Secara terpisah, Anggota Koordinatoriat Relawan Pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, menegaskan pihaknya mendukung sikap Jokowi tersebut. Sebab, sebagai negara hukum, kepatuhan masyarakat akan menentukan tertib tidaknya kehidupan bermasyarakat.

"Sebagai warga Jakarta, kita harus terima resiko ini, patuh ke gubernur walau kita mendukung dia sebagai calon presiden," kata Eva.

Sebaliknya, kata Eva, pihaknya melihat gubernur telah menegakkan aturan meski secara pribadi dirugikan. Mungkin ada relawan yang akan sebal, namun semua menyadari kepentungan bersama harus dimenangkan.

Para Relawan Jokowi-JK melihat Jokowi adil dan melaksanakan imparsialitas, walaupun sebenarnya dia bisa memilih untuk bersikap mengabaikan aturan.

"Dia konsisten memulai revolusi mental, tidak melakukan abuse of power, dari dirinya sendiri. Jiwa kepemimpinan yang kuat itu berkorban dan tegas, bahkan terhadap pendukung-pendukungnya," tandas Eva.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved