Strategi Prabowo Selangkah Lebih Maju dari Jokowi
Rabu, 28 Mei 2014 - 07:34 WIB
Strategi Prabowo Selangkah Lebih Maju dari Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Berbagai pergerakan untuk mengumpulkan dukungan terus dilakukan kedua pasangan Capres dan Cawapres baik Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun, pergerakan siapa yang dinilai paling efektif mempengaruhi pemilih?
"Oh ya lebih efektif Prabowo. Lihat saja dukungan dari ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Keliatan lebih banyak yang mendukung Prabowo," ujar Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik ketika dihubungi Sindonews, Rabu (28/5/2014).
Menurut dia, dari segi pergerakan pasangan Prabowo-Hatta lebih maju selangkah dibanding Jokowi-JK. Sehingga, Prabowo mulai bisa mengimbangi elektabilitas Jokowi.
"Ya, meski belum sampai mengalahkan Jokowi yang memang sudah tinggi elektabilitasnya. Prabowo pelan-pelan mulai meningkat sementara Jokowi stagnan. Kalau strateginya tidak diubah, maka mungkin saja dikalahkan Prabowo," jelasnya.
Ia menilai, pendekatan kubu Jokowi ke kelompok Islam hanya mengandalkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kurang efektif. Mestinya, lanjut dia, juga melibatkan tokoh-tokoh senior yang sudah dikenal publik.
"Orang semacam Syafii Maarif hanya dimintai restu, tapi tak diajak keliling mendekati tokoh Muhammadiyah lainnya. Sebaliknya pelibatan Mahfud MD dimaksimalkan betul, dengan Mahfud keliling mendatangi kiai-kiai NU."
"Begitu juga di Muhammadiyah, tokoh-tokoh nasional dan lokalnya didatangi dan diyakinkan. Sekarang kita lihat di basis Muhammadiyah mereka cenderung ke Prabowo," sambungnya.
"Oh ya lebih efektif Prabowo. Lihat saja dukungan dari ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Keliatan lebih banyak yang mendukung Prabowo," ujar Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik ketika dihubungi Sindonews, Rabu (28/5/2014).
Menurut dia, dari segi pergerakan pasangan Prabowo-Hatta lebih maju selangkah dibanding Jokowi-JK. Sehingga, Prabowo mulai bisa mengimbangi elektabilitas Jokowi.
"Ya, meski belum sampai mengalahkan Jokowi yang memang sudah tinggi elektabilitasnya. Prabowo pelan-pelan mulai meningkat sementara Jokowi stagnan. Kalau strateginya tidak diubah, maka mungkin saja dikalahkan Prabowo," jelasnya.
Ia menilai, pendekatan kubu Jokowi ke kelompok Islam hanya mengandalkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kurang efektif. Mestinya, lanjut dia, juga melibatkan tokoh-tokoh senior yang sudah dikenal publik.
"Orang semacam Syafii Maarif hanya dimintai restu, tapi tak diajak keliling mendekati tokoh Muhammadiyah lainnya. Sebaliknya pelibatan Mahfud MD dimaksimalkan betul, dengan Mahfud keliling mendatangi kiai-kiai NU."
"Begitu juga di Muhammadiyah, tokoh-tokoh nasional dan lokalnya didatangi dan diyakinkan. Sekarang kita lihat di basis Muhammadiyah mereka cenderung ke Prabowo," sambungnya.
(kri)