Soal Tiang Pancang Malaysia, JK Duga Kesalahpahaman
Jum'at, 23 Mei 2014 - 16:53 WIB
Soal Tiang Pancang Malaysia, JK Duga Kesalahpahaman
A
A
A
DEPOK - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) didesak untuk mengambil sikap terkait pembangunan tiang pancang rambu suar di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat oleh pihak Malaysia.
"Kalau itu kita punya tentu kita harus sampaikan protes, kalau itu daerah kita pasti harus protes," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediaman mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi, Jumat (23/05/2014).
JK menduga permasalahan tersebut hanya berupa kesalahpahaman, dan bukan bermaksud meledek bangsa Indonesia. Dia mendesak Kemenlu untuk segera menuntaskan masalah tersebut. "Enggaklah mungkin salah paham sajalah, nanti Kemenlu lah itu," tandasnya.
Sebelumnya kapal-kapal Malaysia juga sempat berada di perairan Indonesia. Kapal - kapal tersebut yakni tiga kapal tongkang, dua kapal tug dan satu kapal maritim.
"Kalau itu kita punya tentu kita harus sampaikan protes, kalau itu daerah kita pasti harus protes," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediaman mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi, Jumat (23/05/2014).
JK menduga permasalahan tersebut hanya berupa kesalahpahaman, dan bukan bermaksud meledek bangsa Indonesia. Dia mendesak Kemenlu untuk segera menuntaskan masalah tersebut. "Enggaklah mungkin salah paham sajalah, nanti Kemenlu lah itu," tandasnya.
Sebelumnya kapal-kapal Malaysia juga sempat berada di perairan Indonesia. Kapal - kapal tersebut yakni tiga kapal tongkang, dua kapal tug dan satu kapal maritim.
(dam)