Plus Minus Gaya Bicara Capres Cawapres

Kamis, 22 Mei 2014 - 08:40 WIB
Plus Minus Gaya Bicara...
Plus Minus Gaya Bicara Capres Cawapres
A A A
JAKARTA - Persaingan merebut kursi presiden dan wakil presiden RI 2014-2019 dinilai akan berlangsung sengit. Selain hanya diikuti dua pasang calon, karakter masing masing kandidat membuat kontestasi lima tahunan di negeri ini menjadi lebih menarik.

Karakter para calon presidan (capres) dan calon wakil presiden (cawapes) inilah yang bukan mustahil akan menjadi bahan bagi publik untuk menjatuhkan pilihan.

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai kedua pasang kandidat presiden dan wakil presiden ini memiliki karakter yang kontras.

Karakter yang dimaksud Asep ialah gaya berbicara atau cara berkomunikasi para kandidat. "Jokowi cenderung pendiam. Kalau berbicara cenderung sedikit. Jawaban-jawabannya (dilihat dan didengar di media) tidak tuntas," kata Asep kepada Sindonews, Rabu 21 Mei 2014.

Asep menilai gaya seperti itu menjadi kekurangan Jokowi. Kendati begitu, diakuinya, gaya itu bisa dipersepsikan lain oleh sebagian publik. Menurut dia, Jokowi yang dikenal sedikit bicara bisa dipersepsikan sebagai figur yang polos dan sederhana. "Sehingga muncul kesan gaya bahasa Jokowi sesuai logika rakyat," ujarnya.

Dia mengatakan, kekuaragan Jokowi bisa diimbangi oleh Jusuf Kalla (JK) yang lebih lugas dibandingkan Jokowi. Meski begitu, dia menilai artikulasi JK dalam mengungkapkan gagasan tidak terlalu baik.

Asep menilai pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lebih unggul dibandingkan Jokowi-JK dalam soal gaya berbicara. "Cara berbicara Prabowo tegas, jelas dan penuh konsep. Ditambah Hatta yang memiliki karakter tenang, lugas dan substantif. Dalam hal
ini, Prabowo dan Hatta lebih unggul," tutur Asep.

Namun, kata dia, bukan mustahil Prabowo akan dipersepsikan publik sebagai sosok yang terlalu ekspresif karena gaya berbicaranya yang bersemangat.

Menurut Asep, gaya berkomunikasi merupakan aspek yang dapat menjadi ukuran dalam menilai kapasitas seseorang. Terutama terkait kemampuan mengungkapkan suatu gagasan. "Kombinasi (karakter) Prabowo-Hatta lebih kuat," ujarnya.

Asep menegaskan, kapasitas para kandidat akan terlihat saat debat capres cawapres nanti. "Dua pasang capres ini menarik karena karakternya yang kontras," katanya.

Kendati begitu, dia tidak terkejut seandainyakelak gaya berbicara kandidat berubah. Sebab kedua pasangan itu tentu sudah mempunyai konsultan politik untuk membantu memenangkan pemilu presiden (pilpres).
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Gus Mus: Urusan NU Memenangkan...
Gus Mus: Urusan NU Memenangkan Indonesia, Bukan Capres
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved