Demokrat beri sinyal bentuk poros ketiga dengan Golkar
Sabtu, 17 Mei 2014 - 13:50 WIB
Demokrat beri sinyal bentuk poros ketiga dengan Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat masih membuka kemungkinan berkoalisi dengan PDIP atau Partai Gerindra yang sudah menetapkan calon presiden dalam Pilpres 2014.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga masih terbuka lebar untuk membuat poros baru dengan Partai Golkar.
"Ini poros alternatif, kami bisa bersama Golkar untuk berkoalisi, ini poros paling menarik, tapi kami harus menghormati mekanisme internal Golkar yakni Rapimnas," kata dia dalam diskusi Sindo Radio dengan tema 'The Real Battle's Just Begun' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).
Anggota Komisi I ini mengatakan, Partai Demokrat bisa menggandeng partai-partai yang perolehannya tidak signifikan sebut saja Partai Hanura, PPP dan PKS.
Kendati siap berkoalisi dengan partai lain, Partai Demokrat siap mengambil langkah politik terakhir yakni menjadi oposisi dalam lima tahun ke depan. Ramadhan menegaskan, partainya sangat siap menjadi oposisi.
"Ketika kami tidak bisa mengajukan usulan maka kami menetralkan diri. Kami tidak mengikuti capres, menyiapkan diri jadi oposisi," tegasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga masih terbuka lebar untuk membuat poros baru dengan Partai Golkar.
"Ini poros alternatif, kami bisa bersama Golkar untuk berkoalisi, ini poros paling menarik, tapi kami harus menghormati mekanisme internal Golkar yakni Rapimnas," kata dia dalam diskusi Sindo Radio dengan tema 'The Real Battle's Just Begun' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).
Anggota Komisi I ini mengatakan, Partai Demokrat bisa menggandeng partai-partai yang perolehannya tidak signifikan sebut saja Partai Hanura, PPP dan PKS.
Kendati siap berkoalisi dengan partai lain, Partai Demokrat siap mengambil langkah politik terakhir yakni menjadi oposisi dalam lima tahun ke depan. Ramadhan menegaskan, partainya sangat siap menjadi oposisi.
"Ketika kami tidak bisa mengajukan usulan maka kami menetralkan diri. Kami tidak mengikuti capres, menyiapkan diri jadi oposisi," tegasnya.
(kri)