Salah cawapres, Jokowi bisa kalah dari Prabowo
Kamis, 15 Mei 2014 - 15:10 WIB
Salah cawapres, Jokowi bisa kalah dari Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Dahlan Iskan, Mahfud MD, Jusuf Kalla merupakan tiga sosok yang memiliki elektabilitas atau keterpilihan tinggi sebagai calon wakil presiden.
Ketiga sosok itu dianggap mempunyai modal sosial dan politik tinggi jika dipasangan dengan siapapun calon presiden (capres).
“Ketiganya sangat tinggi jika disimulasikan dengan keempat capres yakni Aburizal Bakrie, Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Pramono Edhie Wibowo. Ketiganya juga saling mengalahkan jika dipasangkan dengan keempat capres tersebut jika disimulasikan,” kata peneliti senior Founding Father House (FFH) Dian Permata di kantornya, Jalan Prapanca Raya, Jakarta, Kamis (15/5/2014).
Berdasarkan penelitiannya, kata dia, Aburizal Bakrie - Mahfud MD 18.44 persen. Hasil signifikan terjadi saat Joko Widodo disandingkan dengan Dahlan Iskan, sebanyak 41.83 persen responden memilihnya.
“Jokowi harus pintar dan benar memilih wakilnya. Kemungkinan kalah masih bisa terbuka bagi Jokowi apabila salah memilih wakilnya dan sedangkan lawannya tepat dan benar memilih wakilnya atau sebaliknya. Ini yang harus diperhatikan setiap capres," tuturnya.
Menurut Dian, posisi Prabowo Subianto dengan Mahfud MD juga diminati sebanyak 30,18 persen responden. Sementara, Pramono Edhie Wibowo-Jusuf Kalla dipilih 14.77 persen responden.
“Jika terjadi tiga pasangan, maka kemungkinan besar terjadi dua putaran karena tidak ada satupun pasangan yang memperoleh angka elektabilitas 50 persen lebih seperti amanah UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Pasal 159," tuturnya.
Survei ini dilakukan pada 11 April sampai 14 Mei 2014 dengan populasi 34 provinsi yang melibatkan 1.090 responden.
Ketiga sosok itu dianggap mempunyai modal sosial dan politik tinggi jika dipasangan dengan siapapun calon presiden (capres).
“Ketiganya sangat tinggi jika disimulasikan dengan keempat capres yakni Aburizal Bakrie, Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Pramono Edhie Wibowo. Ketiganya juga saling mengalahkan jika dipasangkan dengan keempat capres tersebut jika disimulasikan,” kata peneliti senior Founding Father House (FFH) Dian Permata di kantornya, Jalan Prapanca Raya, Jakarta, Kamis (15/5/2014).
Berdasarkan penelitiannya, kata dia, Aburizal Bakrie - Mahfud MD 18.44 persen. Hasil signifikan terjadi saat Joko Widodo disandingkan dengan Dahlan Iskan, sebanyak 41.83 persen responden memilihnya.
“Jokowi harus pintar dan benar memilih wakilnya. Kemungkinan kalah masih bisa terbuka bagi Jokowi apabila salah memilih wakilnya dan sedangkan lawannya tepat dan benar memilih wakilnya atau sebaliknya. Ini yang harus diperhatikan setiap capres," tuturnya.
Menurut Dian, posisi Prabowo Subianto dengan Mahfud MD juga diminati sebanyak 30,18 persen responden. Sementara, Pramono Edhie Wibowo-Jusuf Kalla dipilih 14.77 persen responden.
“Jika terjadi tiga pasangan, maka kemungkinan besar terjadi dua putaran karena tidak ada satupun pasangan yang memperoleh angka elektabilitas 50 persen lebih seperti amanah UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Pasal 159," tuturnya.
Survei ini dilakukan pada 11 April sampai 14 Mei 2014 dengan populasi 34 provinsi yang melibatkan 1.090 responden.
(dam)