Golkar tak ingin dipandang remeh dalam peta politik
Rabu, 14 Mei 2014 - 12:21 WIB
Golkar tak ingin dipandang remeh dalam peta politik
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar hingga saat ini belum menentukan arah koalisi mereka untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Golkar mengaku tak ingin membangun koalisi namun dipandang sebelah mata.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengungkapkan, dengan mendapatkan posisi nomor dua saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, maka hal itu harus menjadi pertimbangan mitra koalisi mereka.
"Tidak bakalan juga Golkar akan merapat ke sebuah partai tanpa memandang posisi kami sebagai partai nomor dua," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan, partai berlogo pohon beringin ini diupayakan untuk bisa menduduki posisi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari koalisi yang mereka bangun.
"Untuk posisi capres atau cawapres, kehendak mayoritas Golkar adalah ini hal yang sangat penting, tidak mungkin pasrah soal capres dan cawapresnya. Enak saja didukung, kemudian Golkar enggak dipandang capres atau cawapres," tegasnya.
Dengan demikian, Priyo pun menekankan, dirinya tidak setuju apabila partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) ini dipandang sebelah mata dalam membangun koalisi.
"Golkar dengan partai manapun cair dan bersahabat. Kalau Golkar dipandang sebelah mata tidak di posisi nomor satu atau dua, ya sudah tidak usah saja," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengungkapkan, dengan mendapatkan posisi nomor dua saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, maka hal itu harus menjadi pertimbangan mitra koalisi mereka.
"Tidak bakalan juga Golkar akan merapat ke sebuah partai tanpa memandang posisi kami sebagai partai nomor dua," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan, partai berlogo pohon beringin ini diupayakan untuk bisa menduduki posisi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari koalisi yang mereka bangun.
"Untuk posisi capres atau cawapres, kehendak mayoritas Golkar adalah ini hal yang sangat penting, tidak mungkin pasrah soal capres dan cawapresnya. Enak saja didukung, kemudian Golkar enggak dipandang capres atau cawapres," tegasnya.
Dengan demikian, Priyo pun menekankan, dirinya tidak setuju apabila partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) ini dipandang sebelah mata dalam membangun koalisi.
"Golkar dengan partai manapun cair dan bersahabat. Kalau Golkar dipandang sebelah mata tidak di posisi nomor satu atau dua, ya sudah tidak usah saja," pungkasnya.
(maf)