MK diprediksi akan dilanda 'tsunami' gugatan pemilu
Sabtu, 10 Mei 2014 - 20:54 WIB
MK diprediksi akan dilanda 'tsunami' gugatan pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengetok palu penetapan rekapitulasi hasil pemilu legislatif (pileg) 2014, Jumat 9 Mei malam. Namun,penetapan hasil pemilu dinilai banyak meninggalkan catatan.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampauw memprediksi akan terjadi banyak gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Banyaknya gugatan hasil pemilu ke MK diistilahkan Jerry dengan tsunami. "(Penetapan) Itu kan dengan sendirinya mau mengatakan bahwa sudah lah kita selesaikan itu di sini, kita ketok itu di sini, nanti catatan ini yang akan diselesaikan di MK," kata Jerry di Cikini, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).
Menurut Jerry, pada dasarnya sidang sengketa pemilu di MK lebih karena masalah pemilu yang tidak mampu diselesaikan saat rekapitulasi. Akibatnya, masalah sengketa pemilu terus membanjiri lembaga kontitusi itu.
Menurut dia, baik penyelenggara pemilu maupun peserta pemilu ke depan harus dihadapkan pada jadwal padat proses tahapan penyelenggaraan pemilu presiden.
"Misalnya rekomendasi ada. Tapi kan sebetulnya rekomendasi Bawaslu itu ketika dilaksanakan masih banyak problem," ujarnya.
Dengan kata lain, sambung Jerry, KPU hendak membuka ruang masalah hasil pemilu bukan di KPU. Le "KPU secara langsung membuka ruang itu setelah ini berperkara di MK. Jangan di sini lagi," ujarnya.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampauw memprediksi akan terjadi banyak gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Banyaknya gugatan hasil pemilu ke MK diistilahkan Jerry dengan tsunami. "(Penetapan) Itu kan dengan sendirinya mau mengatakan bahwa sudah lah kita selesaikan itu di sini, kita ketok itu di sini, nanti catatan ini yang akan diselesaikan di MK," kata Jerry di Cikini, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).
Menurut Jerry, pada dasarnya sidang sengketa pemilu di MK lebih karena masalah pemilu yang tidak mampu diselesaikan saat rekapitulasi. Akibatnya, masalah sengketa pemilu terus membanjiri lembaga kontitusi itu.
Menurut dia, baik penyelenggara pemilu maupun peserta pemilu ke depan harus dihadapkan pada jadwal padat proses tahapan penyelenggaraan pemilu presiden.
"Misalnya rekomendasi ada. Tapi kan sebetulnya rekomendasi Bawaslu itu ketika dilaksanakan masih banyak problem," ujarnya.
Dengan kata lain, sambung Jerry, KPU hendak membuka ruang masalah hasil pemilu bukan di KPU. Le "KPU secara langsung membuka ruang itu setelah ini berperkara di MK. Jangan di sini lagi," ujarnya.
(dam)