Diduetkan dengan siapapun Prabowo diprediksi menang

Jum'at, 09 Mei 2014 - 23:30 WIB
Diduetkan dengan siapapun...
Diduetkan dengan siapapun Prabowo diprediksi menang
A A A
Sindonews.com - Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN) memprediksi pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, diprediksi bakal menang dalam satu putaran. Bahkan, jika Prabowo diduetkan dengan calon wakil presiden (cawapres) manapun.

"Siapapun Cawapres pendamping Prabowo Subianto sebagai Capres nanti dalam Pilpres 9 Juli 2014 diprediksi bisa menang satu putaran," kata Direktur SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Igor menjelaskan, dalam hasil surveinya tersebut menunjukan bila Prabowo berpasangan dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) akan mendapat persentase tertinggi sebesar 20,1 persen, disusul oleh Prabowo-Aburizal (Prabu) 19,2 persen, Prabowo-Kalla (Prala) 18,3 persen, Prabowo-Mahfud (Pramah) 16,9 persen. Sedangkan Prabowo-Dahlan Iskan (Pradis) 14,5 persen, dan Prabowo-Aher (Praher) 11 persen.

Ada beberapa fokus kesukuan yang menjadi latar belakang duet Prabowo dengan pilihan Cawapresnya. Menurutnya, meski berada di alam modernisme, faktor kesukuan tetap dianggap penting.

"Pasangan tiga teratas, yakni Prabowo-Hatta (Prahatta), Prabowo-Aburizal (Prabu), dan Prabowo-Kalla (Prala), memenuhi syarat komposisi ideal dari aspek Jawa-Non Jawa, Sipil-Militer, dan eligibilitas Presidential threshold," ungkapnya.

Bagi Spin, ada tiga faktor kenapa Prabowo diprediksi menang perebutan RI 1. Pertama, perolehan suara Partai Gerindra melonjak drastis (12 persen) dibanding hasil pemilu 2009 (4,4 persen). PDIP yang di tahun 2009 mendapat 14 persen suara, sekarang diprediksi mendapat 19 persen suara berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei.

Selain itu, faktor elektabilitas personal capres yang berada diatas partai juga turut memengaruhi hal itu. Ia berpendapat, orientasi publik atas figur di atas partai politik masih jadi rumus politik pemenangan pilpres saat ini.

"Perolehan suara Partai Gerindra melonjak mendekati 170 persen, sedangkan PDIP cuma naik 35 persen bila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2009. Artinya, Prabowo dianggap lebih mampu mendongkrak perolehan suara Gerindra, dibanding efek Jokowi terhadap PDIP di Pileg 9 April 2014," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved