SDA tawarkan DPW draf kesepakatan, elite PPP gerah

Sabtu, 03 Mei 2014 - 17:09 WIB
SDA tawarkan DPW draf...
SDA tawarkan DPW draf kesepakatan, elite PPP gerah
A A A
Sindonews.com - Langkah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyodorkan tiga draf kesepakatan kepada para ketua DPW partai mendapat pertentangan.

Mereka yang menentang beranggapan langkah pimpinan PPP yang biasa disapa SDA itu tidak sejalan dengan hasil musyawarah kerja nasional (mukernas) III yang digelar pada 23-24 April di Bogor, Jawa Barat.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP KH Zarkasyih Noer mengatakan, sesuai hasil mukernas III maka penjajakan koalisi pemilihan presiden (pilpres) diserahkan kepada majelis musyawarah sesuai anggaran rumah tangga (ART) Pasal 56.

Sementara, pengambilan keputusan dilakukan dalam forum rapimnas. “Jadi sifat pengambilan keputusannya kolektif dan kolegial. Tidak ada di tangan satu orang,” kata Zarkasyih Noer melalui siraran persnya, Sabtu (3/5/2014).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, dalam draf itu terdapat sejumlah poin yang bertentangan dengan keputusan resmi partai berlambang Kakbah tersebut.

“Dari draf itu, maka pada poin 1, SDA sudah melanggar kesepakatan islah yang difatwakan KH Maimoen Zubair (Ketua Majelis Syariah) yang menegaskan kembali ke posisi nol. Sedangkan poin 2 dan 3, melanggar keputusan mukernas III yang ditutup sendiri oleh SDA,” terangnya.

Berikut isi surat dukungan yang disodorkan SDA dan pendukungnya kepada sejumlah DPW:

(1) Mendukung sepenuhnya terhadap keputusan, ketetapan dan kebijakan Ketua Umum DPP PPP Bapak Suryadharma Ali mengenai pencapresan Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI yang didukung dan diusung oleh PPP pada pemilu presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014.

(2) Mendukung sepenuhnya kebijakan Ketua Umum DPP PPP Bapak H Suryadharma Ali dalam hal penyusunan kabinet pemerintahan hasil Pilpres 2014.

(3) Mendukung Bapak H Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum DPP PPP hingga akhir jabatan 1 (satu) tahun setelah terbentuknya pemerintah baru hasil pemilu presiden dan wakil presiden tanggal 9 Juli 2014.
(kur)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Pasukan Elite Yahalom...
Pasukan Elite Yahalom Israel Ingin Taklukkan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved