Sri sempat kesal karena BI tak beri data valid Century
Jum'at, 02 Mei 2014 - 18:17 WIB
Sri sempat kesal karena BI tak beri data valid Century
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani, mengaku sempat kesal dan mengancam akan mencabut terkait pemberian Penyertaan Modal Sementara (PMS) ke Bank Century.
"Dalam posisi kesal, saya mungkin sampaikan seluruh keputusan harus di-review (ditinjau) kembali," kata Sri Mulyani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Dia mengaku kesal lantaran Bank Indonesia (BI) tidak memberikan data yang valid mengenai kondisi kesehatan Bank Century. Sri Mulyani bersaksi untuk mantan Deputi BI Budi Mulya, terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian FPJP pada Bank Century.
Bahkan, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ini mengambil keputusan Bank Century sebagai bank gagal dalam keadaan terdesak. "Saya didesak oleh situasi, betul. Iya harus memutusakn sebelum jam delapan, meski lelah, saya rasa masih bisa membikin judgement yang baik. KSSK memutuskan sebelum jam empat pagi," ucap.
Menurutnya, keputusan itu sudah dipertimbangkan secara matang. "Sebagai pengambil keputusan berdasarkan pikiran, perasaan, dan mungkin insting," pungkasnya.
"Dalam posisi kesal, saya mungkin sampaikan seluruh keputusan harus di-review (ditinjau) kembali," kata Sri Mulyani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Dia mengaku kesal lantaran Bank Indonesia (BI) tidak memberikan data yang valid mengenai kondisi kesehatan Bank Century. Sri Mulyani bersaksi untuk mantan Deputi BI Budi Mulya, terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian FPJP pada Bank Century.
Bahkan, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ini mengambil keputusan Bank Century sebagai bank gagal dalam keadaan terdesak. "Saya didesak oleh situasi, betul. Iya harus memutusakn sebelum jam delapan, meski lelah, saya rasa masih bisa membikin judgement yang baik. KSSK memutuskan sebelum jam empat pagi," ucap.
Menurutnya, keputusan itu sudah dipertimbangkan secara matang. "Sebagai pengambil keputusan berdasarkan pikiran, perasaan, dan mungkin insting," pungkasnya.
(maf)