Kemenag pastikan pemondokan haji lebih jauh 4 km

Selasa, 22 April 2014 - 16:51 WIB
Kemenag pastikan pemondokan...
Kemenag pastikan pemondokan haji lebih jauh 4 km
A A A
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) pastikan pemondokan haji tahun ini lebih jauh dari tahun lalu, sekira empat km dari Mesjidil Haram. Untuk itu pemerintah lakukan penambahan angkutan jemaah haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, pemondokan jemaah memang lebih jauh dibandingkan tahun lalu, hal ini dikarenakan renovasi Mesjidil Haram di Mekkah masih dilakukan. Namun, fasilitas hotel yang diberikan tetap diperhatikan.

"Kita akan berikan hotel dengan fasilitas berbintang tiga dan menambah jumlah transportasi pastinya," kata Anggito saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Menurut dia, tahun ini akan ada sekira 80 persen jemaah yang akan dilayani oleh angkutan bus halawat. Sedangkan tahun lalu hanya 50 persen yang terangkut.‎ Namun, sampai saat ini pemerintah belum menetapkan pemenang tender terkait perusahaan angkutan shalawat.

"Kita tetap mencarikan pemondokan dengan kualitas yang baik dengan radius yang tetap terjangkau. Sekalipun jauh kita berikan sarana transportasi," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Kemenag Sri Ilham lubis mengatakan, tim masih mengakaji dan melakukan ferfikasi dilapangan terkait lolos administrasi. Dalam penyeleksian ada empat perusahaan yang sudah masuk dan dua diantaranya sudah memenuhi syarat.

Menurutnya, delapan perusahaan untuk bus antar kota perhajian yang masih dalam proses. Untuk angkutan shalawat dua perusahaan itu sudah pernah bekerja sama dengan Kemenag dalam lemayani jemaah seperti Sapco dan Rawahil.

Menurut Sri, pada tahun ini penempatan jemaah yang menepati pemondokan dengan radius dua km sudah dapat diangkut. Karena menurut evaluasi bahwa mayoritas jemaah yang tinggal diradius dua km akan kesulitan dalam menempuh perjalanan.

Dengan batas maksimal empat km, yang tersebar di 12 wilayah akan disediakan 32 halte sebagai titik pengangkutan shalawat haji. "Tapi kita belum hitung unit yang dibutuhkan. tapi pasti jumlahnya ribuan. Kita akan lihat kebutuhan dengan realitas yang dibutuhkan dilapangan," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved