PPP kisruh, SDA malu & siap islah
Senin, 21 April 2014 - 01:44 WIB
PPP kisruh, SDA malu & siap islah
A
A
A
Sindonews.com - Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) meminta, agar semua pihak tak berpolemik soal konflik internal partainya.
Sebab, dia mengaku malu dengan kisruh internal partainya itu. Bahkan, dia meminta kepada media massa untuk tidak lagi memberitakan mengenai konflik internal PPP.
"Saya meminta kepada teman-teman media pemberitaan konflik PPP ini diakhiri. Karena jujur saja ini sangat memalukan," ujar Suryadharma Ali di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 20 April 2014 malam.
Menurut dia, konflik internal partainya dipicu dari ketidakpuasan segelintir kadernya yang tidak puas dengan perolehan suara PPP pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 yang lalu.
Sebenarnya, kata dia, konflik itu tidak dikehendaki oleh para kader partai. "Kenapa harus diakhiri (pemberitaan), karena ini hanya sedikit orang di partai yang merasa rugi secara nasional. Jadilah begini (konflik)," tuturnya.
Pria yang juga sebagai Menteri Agama (Menag) ini mengaku bakal segera melakukan islah (Jalan damai) dengan sejumlah anggota partainya guna mengakhiri konflik internal itu. "Secepatnya akan melakukan islah, itu tanggung jawab ketua umum," pungkasnya.
Sebab, dia mengaku malu dengan kisruh internal partainya itu. Bahkan, dia meminta kepada media massa untuk tidak lagi memberitakan mengenai konflik internal PPP.
"Saya meminta kepada teman-teman media pemberitaan konflik PPP ini diakhiri. Karena jujur saja ini sangat memalukan," ujar Suryadharma Ali di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 20 April 2014 malam.
Menurut dia, konflik internal partainya dipicu dari ketidakpuasan segelintir kadernya yang tidak puas dengan perolehan suara PPP pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 yang lalu.
Sebenarnya, kata dia, konflik itu tidak dikehendaki oleh para kader partai. "Kenapa harus diakhiri (pemberitaan), karena ini hanya sedikit orang di partai yang merasa rugi secara nasional. Jadilah begini (konflik)," tuturnya.
Pria yang juga sebagai Menteri Agama (Menag) ini mengaku bakal segera melakukan islah (Jalan damai) dengan sejumlah anggota partainya guna mengakhiri konflik internal itu. "Secepatnya akan melakukan islah, itu tanggung jawab ketua umum," pungkasnya.
(maf)