Klaim menang, caleg jangan ngambek kalo ternyata kalah
Kamis, 17 April 2014 - 11:44 WIB
Klaim menang, caleg jangan ngambek kalo ternyata kalah
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memutuskan secara resmi hasil rekapitulasi suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, namun banyak caleg yang mengklaim dirinya sebagai pemenangnya.
Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, menyatakan klaim kemenangan itu tidak masalah bagi KPU. Sebab KPU hanya akan mengumumkan pemenang berdasarkan hasil rekapitulasi secara resmi.
"Boleh-boleh saja kalau ada calon yang mengklaim (kemenangan), yang penting ada data," kata Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/4/2014).
Meski tidak masalah, ia menilai klaim kemenangan yang diungkapkan caleg justru membuat sang caleg tertekan. Mereka dibayang-bayangi kemenangan, padahal hasilnya belum tentu sesuai dengan klaim sang caleg. "Klaim yang seperti itu sebenarnya bikin tidak enak buat mereka sendiri," ungkapnya.
Yang dikhawatirkan, sang caleg justru tidak mengerti dengan cara penghitungan suara yang akan mengantar mereka jadi wakil rakyat. "Yang jadi persoalan dan bikin kisruh itu calon-calon tidak mengerti. Suaranya berapa, ngaku-ngaku (menang), tapi pas dihitung tidak sesuai," ucap Yayat.
Ia pun mengingatkan agar para caleg tidak over confidence alias percaya diri berlebihan dan menganggap data yang mereka miliki akan sama dengan hasil rekapitulasi KPU. "Jangan ngambek kalau hasilnya tidak seperti (klaim) itu," imbau Yayat.
Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, menyatakan klaim kemenangan itu tidak masalah bagi KPU. Sebab KPU hanya akan mengumumkan pemenang berdasarkan hasil rekapitulasi secara resmi.
"Boleh-boleh saja kalau ada calon yang mengklaim (kemenangan), yang penting ada data," kata Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/4/2014).
Meski tidak masalah, ia menilai klaim kemenangan yang diungkapkan caleg justru membuat sang caleg tertekan. Mereka dibayang-bayangi kemenangan, padahal hasilnya belum tentu sesuai dengan klaim sang caleg. "Klaim yang seperti itu sebenarnya bikin tidak enak buat mereka sendiri," ungkapnya.
Yang dikhawatirkan, sang caleg justru tidak mengerti dengan cara penghitungan suara yang akan mengantar mereka jadi wakil rakyat. "Yang jadi persoalan dan bikin kisruh itu calon-calon tidak mengerti. Suaranya berapa, ngaku-ngaku (menang), tapi pas dihitung tidak sesuai," ucap Yayat.
Ia pun mengingatkan agar para caleg tidak over confidence alias percaya diri berlebihan dan menganggap data yang mereka miliki akan sama dengan hasil rekapitulasi KPU. "Jangan ngambek kalau hasilnya tidak seperti (klaim) itu," imbau Yayat.
(lns)