Koalisi wajib anut azas keterbukaan

Kamis, 17 April 2014 - 08:33 WIB
Koalisi wajib anut azas...
Koalisi wajib anut azas keterbukaan
A A A
Sindonews.com - Koalisi yang identik dengan praktik bagi-bagi kursi atau kekuasaan menimbulkan antipati dari masyarakat. Karena itu, parpol yang berkoalisi untuk pemerintahan baru dituntut menganut azas keterbukaan.

Menurut Pengamat Politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, dengan keterbukaan terhadap muatan koalisi, rakyat punya parameter untuk mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan. Dengan keterbukaan yang sama, rakyat diyakinkan untuk mempercayai capres-cawapres dari koalisi pada saat Pemilu Presiden (pilpres).

"Jika pembicaraan dan kesepakatan koalisi hanya menjadi konsumsi internal parpol, maka penyakit koalisi selama ini akan terulang kembali. Rakyat pun akan semakin antipati dan dengan demikian bisa menjadi lahan kampanye busuk tentang capres-cawapres yang bersangkutan," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (17/4/2014).

Selain membuka soal komitmen antar partai koalisi, lanjut Lucius, satu hal lagi yang penting untuk dipertanggungjawabkan koalisi kepada publik adalah dana kampanye Pilpres mereka. Sebab, transaksi yang terjadi pada saat Pilpres tak sebatas money politics seperti pada Pileg.

"Transaksi melibatkan banyak pihak. Ada parpol, tim sukses, penyelenggara pemilu, pemilih, dan figur capres-cawapres sendiri," ucap dia.

Ditambahkannya, jenis transaksi juga cenderung tak hanya uang dan barang saja, tetapi kursi-kursi kekuasaan. Ia menilai, politik 'dagang sapi' bisa sangat masif dilakukan. Oleh karenanya, perlu agar dana kampanye koalisi dan parpol disampaikan ke publik.

"Jika proses Pilpres banyak terjadi di ruang tertutup, maka hampir pasti pemufakatan jahat yang dominan dilakukan. Dengan start awal yang buruk, tak ada harapan bahwa pemerintahan baru bakal menjanjikan perubahan," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Parpol Koalisi Pendukung...
Parpol Koalisi Pendukung Ganjar Pranowo Gelar Konsolidasi
Bertemu dengan Presiden...
Bertemu dengan Presiden PKS, Ketum Perindo: Starting Point ke Depan Bisa Berkolaborasi
Majukan Bangsa, Partai...
Majukan Bangsa, Partai Perindo dan PKS Jajaki Peluang Koalisi
Pengamat: Koalisi Parpol...
Pengamat: Koalisi Parpol Non-Parlemen Patut Diperhitungkan
Koalisi Indonesia Bersatu...
Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka untuk Parpol Nonparlemen
Ajak Parpol Nonparlemen...
Ajak Parpol Nonparlemen Gabung KIB, Golkar: Agar Kita Memenangkan Pertarungan Politik
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved