Masih relevankah konvensi capres Demokrat?

Rabu, 16 April 2014 - 08:20 WIB
Masih relevankah konvensi...
Masih relevankah konvensi capres Demokrat?
A A A
Sindonews.com - Berdasarkan penghitungan cepat atau quick count beberapa lembaga survei, suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 bekisar 9 persen. Jumlah tersebut merosot tajam dari pemilu lima tahun lalu.

Partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dinilai akan semakin terpuruk pada Pemilihan Presiden 2014 jika tidak mengambil langkah politik yang tepat.

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf mengatakan dengan perolehan suara sekira 9-10 persen, sulit bagi Partai Demokrat untuk mengusung calon presiden (capres) sendiri. Alhasil Demokrat harus berkoalisi dengan parpol lain untuk bisa ikut berlaga pada pilpres nanti.

Adapun pilihan politiknya, Demokrat hanya mengusung calon wakil presiden (cawapres). "Oleh karena itu. Konvensi capres sudah tidak relevan. SBY harus menghentikan konvensi capres, lalu memilih salah satu peserta konvensi untuk ditetapkan menjadi cawapres," ujar Asep kepada Sindonews, Selasa 15 April 2014 malam.

Kemudian, kata dia, cawapres itu ditawarkan saat menjajaki koalisi dengan partai lain. Pada saat itu SBY dituntut untuk mampu meyakinkan parpol lain bahwa Demokrat memiliki sesuatu yang bisa disumbangkan untuk memenangkan pilpres nanti.

Asep mengatakan, SBY harus realistis dalam mengendalikan arah politik Partai Demokrat. Jika salah langkah dalam menentukan arah politik, maka Demokrat akan semakin terpuruk.

Apalagi, lanjut dia, harus diakui Demokrat belum memiliki figur yang dipercaya dapat bersaing dengan pilpres nanti. Berbeda dengan partai lain yang sudah menunjukkan "jagonya" masing-masing. "Jika salah langkah, Demokrat akan habis," katanya.

Seperti diketahui, Demokrat telah menggelar konvensi capres Partai Demokrat yang diikuti 11 peserta yakni Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto,Gita Wirjawan, Irman Gusman, Hayono Isman, Marzuki Alie,Pramono Edhie Wibowo, Sinyo Harry Sarundajang.
(dam)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved