KPK diminta periksa Ibas dan SBY
Jum'at, 11 April 2014 - 20:26 WIB
KPK diminta periksa Ibas dan SBY
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pembina partai tersebut.
Hal itu diungkapkan Anas seusai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, Jumat (11/4/2014). Anas mengaku penyidik masih mendalami tentang Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 silam.
"Begini, untuk memperjelas itu maka tugas penyidik adalah memanggil yang bersangkutan (Ibas) agar memberikan kesaksian atau keterangan, dengan begitu akan jelas," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek sport center Hambalang dan tindak pidana pencucian uang ini juga mengaku telah menjelaskan peran Ibas kepada penyidik KPK. "Sudah saya jelaskan semua," ujarnya.
Terkait kabar pemanggilan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'at Said Ali oleh penyidik KPK sebagai saksi kasusnya, Anas mengaku tidak tahu.
"Saya tidak tahu apa alasannya. Tapi menurut saya yang sangat layak dipanggil untuk dimintai kesaksian adalah Pak SBY dan Mas Ibas," tegasnya.
Hal itu diungkapkan Anas seusai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, Jumat (11/4/2014). Anas mengaku penyidik masih mendalami tentang Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 silam.
"Begini, untuk memperjelas itu maka tugas penyidik adalah memanggil yang bersangkutan (Ibas) agar memberikan kesaksian atau keterangan, dengan begitu akan jelas," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek sport center Hambalang dan tindak pidana pencucian uang ini juga mengaku telah menjelaskan peran Ibas kepada penyidik KPK. "Sudah saya jelaskan semua," ujarnya.
Terkait kabar pemanggilan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As'at Said Ali oleh penyidik KPK sebagai saksi kasusnya, Anas mengaku tidak tahu.
"Saya tidak tahu apa alasannya. Tapi menurut saya yang sangat layak dipanggil untuk dimintai kesaksian adalah Pak SBY dan Mas Ibas," tegasnya.
(dam)