Ini TPS yang bakal gelar nyoblos ulang di Jatim
Kamis, 10 April 2014 - 10:56 WIB
Ini TPS yang bakal gelar nyoblos ulang di Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Adanya kasus beberapa surat suara yang tertukar membuat sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jawa Timur (Jatim) dipastikan akan menggelar pemillihan susulan. Rencananya, pemilu ulang itu akan digelar 10 hari setelah pencoblosan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun redaksi, sejumlah wilayah yang bakal menggelar pemilu ulang itu adalah di Kabupaten Banyuwangi (tiga TPS), Kabupaten Madiun (empat TPS), Kabupaten Gresik (tiga TPS), Lumajang (tiga TPS).
Selain itu, di Surabaya (13 TPS), Kabupaten Nganjuk (delapan TPS), serta beberapa wilayah lain seperti Probolinggo, Bojonegoro, Tulungaung, dan Ponorogo.
Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, membenarkan wilayah-wilayah itu bakal menggelar pemilu susulan. Kendati demikian, hingga kini pihaknya mengaku masih mengupdate terkait kondisi di lapangan.
"Memang wilayah-wilayah itu. Data yang sampean dapat itu adalah data berjalan. Bisa saja nanti berubah berkurang atau bertambah. Yang jelas kami masih melakukan koordinasi dengan KPU kabupaten/Kota," kata Eko saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
Eko mengaku saat ini di sejumlah TPS akan menggelar rapat pleno rekapitulasi paling lambat tiga hari ke depan. Sehingga, kepastian itu dapat didapat sore nanti. "Bisa saja di lokal ada yang sudah benar tapi beda penafsiran. Data yang didapat bisa berubah," katanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun redaksi, sejumlah wilayah yang bakal menggelar pemilu ulang itu adalah di Kabupaten Banyuwangi (tiga TPS), Kabupaten Madiun (empat TPS), Kabupaten Gresik (tiga TPS), Lumajang (tiga TPS).
Selain itu, di Surabaya (13 TPS), Kabupaten Nganjuk (delapan TPS), serta beberapa wilayah lain seperti Probolinggo, Bojonegoro, Tulungaung, dan Ponorogo.
Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, membenarkan wilayah-wilayah itu bakal menggelar pemilu susulan. Kendati demikian, hingga kini pihaknya mengaku masih mengupdate terkait kondisi di lapangan.
"Memang wilayah-wilayah itu. Data yang sampean dapat itu adalah data berjalan. Bisa saja nanti berubah berkurang atau bertambah. Yang jelas kami masih melakukan koordinasi dengan KPU kabupaten/Kota," kata Eko saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
Eko mengaku saat ini di sejumlah TPS akan menggelar rapat pleno rekapitulasi paling lambat tiga hari ke depan. Sehingga, kepastian itu dapat didapat sore nanti. "Bisa saja di lokal ada yang sudah benar tapi beda penafsiran. Data yang didapat bisa berubah," katanya.
(rsa)