PPP terus intensifkan komunikasi dengan Gerindra

Rabu, 09 April 2014 - 15:41 WIB
PPP terus intensifkan...
PPP terus intensifkan komunikasi dengan Gerindra
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku belum melakukan pengelompokan koalisi. Sampai saat ini pembangunan komunikasi baru dilakukan bersama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) mengatakan, masih dilakukan pembangunan pemahaman komunikasi antar partai politik terlebih kepada Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra. Komunikasi intensif dilakukan dalam membangun tingkat kesepahaman.

Dirinya mengaku selain dengan Prabowo komunikasi juga dilakukan bersama MS Kaban selaku Ketua Partai Bulan Bintang (PBB). "Pak MS Kaban juga menelepon saya, kita sangat terbuka. Sedangkan dengan Gerindra tidak menutup kemungkinan," katanya setelah mencoblos di TPS 073 di Jalan Jaya Mandala II RT 010/02 komplek Bidakara, Rabu (9/4/2014).

Menurut SDA, kesepahaman dalam berkoalisi menjelang Pilpres harus dilakukan. Terlebih memilih Gerindra dinilai penting guna menggali pemikiran dari Prabowo dalam membangun Indonesia ke depan. Hal ini wajib dilakukan dalam melakukan koalisi terkait misi ke depan.

"Ini bukan mendukung menjadi presiden ya, belum sampai sana. Jika ingin berkoalisi kita wajib menanyakan rencana ke depan yang dibangun dengan PPP," paparnya.

Selanjutnya, PPP baru akan melakukan pemetaan koalisi setelah hasil hasil pemilu hari ini. Jika hanya mendapatkan suara sebesar 4 persen, hal itu akan memengaruhi PPP dalam berkoalisi.

"Kalau kita punya suara kecil kontribusi partai dalam proses Pilpres dan juga kecil. Yang pasti realitas koalisi nasional dengan Prabowo karena sudah tiga kali pertemuan secara formal dan selebihnya informal," tandas SDA.

Terkait koalisi dengan partai Islam lainnya, dalam proses yang dijalani tidak ada kesulitan. Hubungan baik antar ketua umum juga terjalin. "Jadi tidak ada kesulitan dan hambatan baik secara psikologis secara pribadi maupun politis," kata dia.

Melihat situasi pemilih saat ini, dirasa masyarakat cenderung melihat caleg yang dicalonkan pada dapil. Untuk itu, penempatan caleg di dapil-dapil bisa menarik simpatik masyarakat setempat. Hal tersebut menjadi kekuatan yang diandalkan untuk meraih suara yang cukup dalam perolehan kursi.

"Strategi khusus kami tidak ada. Kami percayakan kepada caleg-calegnya untuk strategi pemenangan," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved