UNESCO: Sistem peringatan tsunami Indonesia bikin masyarakat panik

Rabu, 09 April 2014 - 02:00 WIB
UNESCO: Sistem peringatan...
UNESCO: Sistem peringatan tsunami Indonesia bikin masyarakat panik
A A A
Sindonews.com - Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem peringatan dini tsunami. Pasalnya banyak masyarakat yang belum paham akan peringatan tersebut.

Anggota Indian Ocean Tsunami Information Center UNESCO Jakarta Ardito Kodijat mengatakan, Indonesia termasuk negara yang rawan bahaya dua jenis tsunami. Yakni tsunami lokal dan tsunami jarak jauh.

Tsunami lokal sebagai dampak gempa yang terjadi di Indonesia seperti di Aceh dulu. Sedangkan tsunami jarak jauh seperti gempa yang menyebabkan tsunami di Chili pekan lalu.

"Keduanya membutuhkan penanganan yang berbeda. Namun masih ada missing link dari peringatan dini yang disampaikan ke masyarakat sehingga masyarakat pun belum tahu bagaimana dampak bahayanya," ujarnya di Gedung BMKG, Selasa 8 April kemarin sore.

Ardito menjelaskan, masalah yang terjadi sekarang ialah pengertian yang ada di masyarakat. Memang badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) yang berwenang menyampaikan status peringatan dini tersebut. Namun statusnya tidak disampaikan secara langsung. Sehingga masyarakat mesti mencari tahu sendiri apa arti status peringatan yang diberikan. Apakah statusnya Awas, Siaga dan Waspada.

Sedangkan arti ketiganya pun berbeda-beda, sementara masyarakat pun tidak tahu berapa ketinggian gelombang tsunami yang dapat mengancam bahaya jiwa. "Masyarakat mendapat informasi yang tidak lengkap dan utuh. Ini yang harus dibenahi bersama," terangnya.

Menurut dia, UNESCO sendiri tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Karena standar operasional prosedur yang dikembangkan pemerintah sudah berjalan baik. Peralatan untuk memantau tsunami yang dikembangkan pemerintah juga sudah mumpuni. Apalagi Indonesia juga ditugasi memberikan informasi terjadinya potensi tsunami di Samudera Hindia di negara-negara sekitarnya.

Namun, dengan berbagai kemajuan tersebut pemerintah harus lebih pro aktif membenahi sistem peringatan dininya ke masyarakat, karena masyarakat menangapi status tersebut dengan panik. Kondisi tersebut malah yang akan memperparah proses evakuasi warga. "Yang menjadi PR ialah bagaimana masyarakat merespon terhadap peringatan dini tersebut," tegasnya.
(hyk)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Berita Terkini
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved