Proses pemilu di Indonesia dipantau asing

Rabu, 02 April 2014 - 09:56 WIB
Proses pemilu di Indonesia...
Proses pemilu di Indonesia dipantau asing
A A A
Sindonews.com - Sejumlah peninjau dari negara tetangga dan negara lain di Asia akan datang ke Indonesia, untuk melihat pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 9 April mendatang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, peninjau asing yang sudah mendaftar ada sekira 30 orang.

"Yang daftar lewat KPU belum ada, tapi mereka daftar lewat Perludem. Mereka berasal dari China, Vietnam, Laos, dan negara sekitar ASEAN. Ada juga lembaga yang mengorganisir warga asing untuk meninjau (pemilu)," kata Hadar di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (1/4/2014).

KPU akan mengeluarkan kartu untuk peninjau asing ini. Hadar mengatakan, melalui sesi diskusi dengan perwakilan duta besar negara asing di Hotel Borobudur Selasa 1 April 2014, KPU menyampaikan undangan agar negara lain datang lihat pemilu Indonesia, baik sebagai pemantau maupun visitor atau peninjau.

Menurut Hadar, pada dasarnya masuk TPS tidak dibolehkan, tapi boleh saja kalau misalnya ingin melihat lebih dekat. "Yang penting tidak boleh mencoblos, atau ambil surat suara. Mereka prinsipnya hanya meninjau, tapi mengambil foto-foto atau motret, saya kira boleh," ucap Hadar.

KPU juga memberi batas waktu pendaftaran. Bagi pemantau asing, mereka harus daftar paling lambat 7 April. Bila mendaftar sebagai visitor atau peninjau, KPU membuka pendaftaran sampai tiga hari sebelum pencoblosan.

"Itu agar kami ada waktu juga untuk membuatkan kartu pengenal, dan memberitahu penyelenggara tempat mereka ingin meninjau. Kartu identitas itu perlu agar petugas kami tidak ragu," ungkapnya.

Tidak ada syarat khusus bagi peninjau asing ini, mereka hanya harus ikut prosedur yakni tidak boleh mengganggu proses, tidak ada kepentingan politik, dan hanya meninjau. "Ya, sepeti biasa saja kalau kita meninjau ke TPS. Kita nanti terbuka kalau mereka bertanya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved