Pengamat: Iklan janji Jokowi-Basuki bukan black campaign

Senin, 31 Maret 2014 - 10:43 WIB
Pengamat: Iklan janji...
Pengamat: Iklan janji Jokowi-Basuki bukan black campaign
A A A
Sindonews.com - Calon Presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo diminta tidak perlu panik merespons iklan politik 'Kutunggu Janjimu' di salah satu stasiun televisi nasional.

Pengamat media dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra menilai, iklan tersebut cermin dari meningkatnya kesadaran politik warga negara.

"Rakyat sudah mengerti, banyak pemimpin yang berjanji saat kampanye tetapi lupa pada janjinya setelah terpilih. Jadi iklan tersebut merupakan pelajaran baru dari rakyat terhadap calon pemimpin mereka,” ujar Direktur Eksekutif Media Literacy Circle dalam keterangan persnya, Senin (31/3/2014).

Menrutnya, iklan tersebut tidak ditujukan secara khusus terhadap Gubernur DKI Jakarta itu, tetapi secara umum ditujukan kepada seluruh bakal capres yang ada.

"Kalau Jokowi merasa iklan tersebut ditujukan khusus pada dirinya, ya mungkin saja itu terkait dengan masa kepemimpinannya yang tidak pernah tuntas saat menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Jadi ada rekam jejak yang direkam dalam memori publik," tukasnya.

Mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ini menambahkan, selama pesan dalam iklan mengandung kebenaran serta mengarah pada perbaikan kehidupan berbangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, tidak perlu terburu-buru menilai iklan tersebut sebagai black campaign untuk Jokowi.

“Iklan tersebut faktual bukan black campaign. Respons Jokowi terhadap iklan tersebut akan menguji bagaimana kualitas kepemimpinannya," tambahnya.

Dalam iklan tersebut digambarkan Jakarta masih dililit berbagai persoalan mulai banjir, macet, bus Transjakarta berkarat, korupsi dan persoalan lainnya. Iklan yang tidak jelas pembuatnya selanjutnya menampilkan cuplikan janji Jokowi-Basuki saat pemilihan gubernur DKI Jakarta. Pada bagian akhir iklan ditutup dengan kalimat, 'Kutunggu janjimu'.
(kur)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved