Menpora: Olahraga harus bersih dari kepentingan politik
Kamis, 27 Maret 2014 - 21:41 WIB
Menpora: Olahraga harus bersih dari kepentingan politik
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyatakan bahwa olahraga harus bersih dari unsur kepentingan politik. Karena itu, dia meminta di jajarannya untuk menghindari kemungkinan kepentingan tersebut.
Hal itu disampaikan Politikus Partai Demokrat saat menggelar nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, MoU tersebut bentuk penegasan kembali dukungan Kemenpora terhadap pemilu agar pemilu terlaksana bersih, jujur dan adil. Dalam sambutannya, Roy menegaskan bahwa olahraga harus bersih dari unsur politik.
"Saya selalu menegaskan bahwa olahraga harus dibersihkan dari unsur politik, maka berulang kali saya sebutkan statement tidak boleh lakukan politisasi di olahraga," ujar Roy usai MoU, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Roy mencontohkan, sempat kesal lantaran ada tiket pertandingan yang tertera gambar salah satu calon anggota legislatif (caleg) saat pertandingan Timnas U19. "Pada saat saya mengetahui itu saya marah luar biasa," ungkapnya.
Menurutnya, sah-sah saja jika ada atlet yang terjun menjadi caleg. Tetapi, kewajiban atlet tersebut adalah menanggalkan olahraga dari kepentingan politik.
Selanjutnya, harapan dalam MoU itu menandakan Kemenpora telah memberikan dukungan penuh kepada KPU dalam penyelenggaraan pemilu. Lewat kegiatan itu, Roy menegaskan, bagi warga negara khususnya yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih berhak mendapatkan hak demokrasinya.
"Usia pemuda itu rentang 17 hingga 30 tahun yang masuk dalah pemilih kita. Maka kita wajib mendukung pemilu dan wajib mendorong mereka bertanggung jawab terhadap keterpilihan parlemen, supaya bisa membawa arah bangsa ke depan sesuai dengan yang diharapkan."
"Kita juga sedang merencanakan ada kegiatan khusus agar pemuda ini bisa kembali bangkitkan semangat merah putihnya demi bangsa Indonesia," tutupnya.
Hal itu disampaikan Politikus Partai Demokrat saat menggelar nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, MoU tersebut bentuk penegasan kembali dukungan Kemenpora terhadap pemilu agar pemilu terlaksana bersih, jujur dan adil. Dalam sambutannya, Roy menegaskan bahwa olahraga harus bersih dari unsur politik.
"Saya selalu menegaskan bahwa olahraga harus dibersihkan dari unsur politik, maka berulang kali saya sebutkan statement tidak boleh lakukan politisasi di olahraga," ujar Roy usai MoU, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Roy mencontohkan, sempat kesal lantaran ada tiket pertandingan yang tertera gambar salah satu calon anggota legislatif (caleg) saat pertandingan Timnas U19. "Pada saat saya mengetahui itu saya marah luar biasa," ungkapnya.
Menurutnya, sah-sah saja jika ada atlet yang terjun menjadi caleg. Tetapi, kewajiban atlet tersebut adalah menanggalkan olahraga dari kepentingan politik.
Selanjutnya, harapan dalam MoU itu menandakan Kemenpora telah memberikan dukungan penuh kepada KPU dalam penyelenggaraan pemilu. Lewat kegiatan itu, Roy menegaskan, bagi warga negara khususnya yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih berhak mendapatkan hak demokrasinya.
"Usia pemuda itu rentang 17 hingga 30 tahun yang masuk dalah pemilih kita. Maka kita wajib mendukung pemilu dan wajib mendorong mereka bertanggung jawab terhadap keterpilihan parlemen, supaya bisa membawa arah bangsa ke depan sesuai dengan yang diharapkan."
"Kita juga sedang merencanakan ada kegiatan khusus agar pemuda ini bisa kembali bangkitkan semangat merah putihnya demi bangsa Indonesia," tutupnya.
(kri)