Wiranto singgung soal rangkap jabatan
Senin, 24 Maret 2014 - 20:45 WIB
Wiranto singgung soal rangkap jabatan
A
A
A
Sindonews.com - Sudah seharusnya bagi presiden terpilih, agar mundur dari jabatan di partainya. Pasalnya, hal tersebut bisa mengganggu kinerja sebagai presiden.
Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto. Menurutnya, dia akan bersikap soal rangkap jabatan.
"Jangan ragu akan saya perintahkan gubernur, wali kota, kepala daerah, tidak boleh dwi fungsi, semua fokus ke rakyat," kata Wiranto di lokasi kampanye di Benteng Kuto Besar (BKB), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (24/3/2014).
Ketua Umum Partai Hanura ini menegaskan, jabatan yang diemban oleh setiap pejabat di negeri ini, merupakan amanah dari rakyat.
"Karena jabatan itu diberikan oleh rakyat dan yang gaji itu rakyat, maka dia harus menjadi pelayan rakyat. Pemimpin yang sudah dapat mandat dari rakyat, dipilih dalam satu periode lima tahun harus kukuh, teguh menjalankan amanat itu," ucap Wiranto.
"Bukan kemudian dibagi perhatiannya, waktunya untuk mengurusi yang lain. Kalau masih terjadi seperti itu, ya nanti kita (Indonesia) tidak akan maju-maju sebagai bangsa," imbuhnya.
Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto. Menurutnya, dia akan bersikap soal rangkap jabatan.
"Jangan ragu akan saya perintahkan gubernur, wali kota, kepala daerah, tidak boleh dwi fungsi, semua fokus ke rakyat," kata Wiranto di lokasi kampanye di Benteng Kuto Besar (BKB), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (24/3/2014).
Ketua Umum Partai Hanura ini menegaskan, jabatan yang diemban oleh setiap pejabat di negeri ini, merupakan amanah dari rakyat.
"Karena jabatan itu diberikan oleh rakyat dan yang gaji itu rakyat, maka dia harus menjadi pelayan rakyat. Pemimpin yang sudah dapat mandat dari rakyat, dipilih dalam satu periode lima tahun harus kukuh, teguh menjalankan amanat itu," ucap Wiranto.
"Bukan kemudian dibagi perhatiannya, waktunya untuk mengurusi yang lain. Kalau masih terjadi seperti itu, ya nanti kita (Indonesia) tidak akan maju-maju sebagai bangsa," imbuhnya.
(maf)