Situasi politik PKB versi Mahfud MD
Senin, 24 Maret 2014 - 20:20 WIB
Situasi politik PKB versi Mahfud MD
A
A
A
Sindonews.com - Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Bahkan, dalam hitungan menit pun, begitu juga dengan situasi dan peta politik di Indonesia.
Untuk mengetahui kondisi politik di Indonesia, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Kiai Nawawi, mengundang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
"Saya dipanggil oleh Kiai (Nawawi), untuk bicara mengenai situasi dan perkembangan politik serta prospeknya ke depan seperti apa," kata Mahfud MD, kepada wartawan, di kediaman Kiai Nawawi, Pasuruan, Jatim, Senin (24/3/2014).
Dalam kesempatan tersebut, pertemuan pun digelar secara tertutup empat mata antara Mahfud MD dengan Kiai Nawawi. "Saya juga diminta Kiai menjelaskan perspektif ke depan, perkembangan politik baik mengenai hasil pileg dan akibat hukumnya, serta dan opsi sesudah 9 April (Pileg) nanti," terangnya.
Yang pasti, lanjut Mahfud, beberapa opsi tersebut bisa dilakukan jika dirinya maju di pilpres melalui kendaraan politik yaitu PKB. "Karena meskipun saya orang NU dan NU itu partainya ada di mana-mana, tapi saya harus lewat satu partai yaitu PKB, apalagi sebelumnya memang
saya kader PKB," ujarnya.
Ia menjelaskan, melihat perkembangan situasi politik hingga detik ini, pihaknya sedang menganalisa opsi yang memungkinkan diambil.
"Bisa partai sendiri (PKB) memimpin koalisi partai-partai tengah, itu sangat mungkin. Opsi lainnya, bisa juga (PKB) koalisi dengan partai besar seperti PDIP, Gerindra, dan yang lain. Jadi, opsinya masih ada sekitar tiga sampai empat, semuanya masih terbuka," tukas mantan Menteri Pertahanan itu.
Mahfud menambahkan, dirinya harus menunjukkan visi ke depan tentang bagaimana membangun bangsa dan bagaimana meletakkan aspirasi NU di bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya.
"Jadi keputusan akhir dari opsi-opsi tentu saya konsentrasikan dengan tokoh-tokoh kunci di NU, pesantren, dan semuanya. Nah itu semua masih terbuka cukup luas terhadap siapa pun. Kata Kiai Nawawi saya diminta menjalani opsi-opsi itu dan nanti dibicarakan lagi. Pada saatnya akan
istikharah bersama-sama," tandasnya.
Untuk mengetahui kondisi politik di Indonesia, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Kiai Nawawi, mengundang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
"Saya dipanggil oleh Kiai (Nawawi), untuk bicara mengenai situasi dan perkembangan politik serta prospeknya ke depan seperti apa," kata Mahfud MD, kepada wartawan, di kediaman Kiai Nawawi, Pasuruan, Jatim, Senin (24/3/2014).
Dalam kesempatan tersebut, pertemuan pun digelar secara tertutup empat mata antara Mahfud MD dengan Kiai Nawawi. "Saya juga diminta Kiai menjelaskan perspektif ke depan, perkembangan politik baik mengenai hasil pileg dan akibat hukumnya, serta dan opsi sesudah 9 April (Pileg) nanti," terangnya.
Yang pasti, lanjut Mahfud, beberapa opsi tersebut bisa dilakukan jika dirinya maju di pilpres melalui kendaraan politik yaitu PKB. "Karena meskipun saya orang NU dan NU itu partainya ada di mana-mana, tapi saya harus lewat satu partai yaitu PKB, apalagi sebelumnya memang
saya kader PKB," ujarnya.
Ia menjelaskan, melihat perkembangan situasi politik hingga detik ini, pihaknya sedang menganalisa opsi yang memungkinkan diambil.
"Bisa partai sendiri (PKB) memimpin koalisi partai-partai tengah, itu sangat mungkin. Opsi lainnya, bisa juga (PKB) koalisi dengan partai besar seperti PDIP, Gerindra, dan yang lain. Jadi, opsinya masih ada sekitar tiga sampai empat, semuanya masih terbuka," tukas mantan Menteri Pertahanan itu.
Mahfud menambahkan, dirinya harus menunjukkan visi ke depan tentang bagaimana membangun bangsa dan bagaimana meletakkan aspirasi NU di bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya.
"Jadi keputusan akhir dari opsi-opsi tentu saya konsentrasikan dengan tokoh-tokoh kunci di NU, pesantren, dan semuanya. Nah itu semua masih terbuka cukup luas terhadap siapa pun. Kata Kiai Nawawi saya diminta menjalani opsi-opsi itu dan nanti dibicarakan lagi. Pada saatnya akan
istikharah bersama-sama," tandasnya.
(maf)