Pedagang Tanah Abang ikut kritik niat Jokowi nyapres
Senin, 24 Maret 2014 - 19:20 WIB
Pedagang Tanah Abang ikut kritik niat Jokowi nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Kritik warga Jakarta atas keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memenuhi penunjukan partainya untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 belum berhenti. Kali ini pedagang di Tanah Abang mengkritisi keputusan pria yang kerap dipanggil Jokowi itu.
Pedagang di Pasar Blok G Tanah Abang, Evrita (38), mengaku kecewa atas pencalonan mantan Wali Kota Solo yang terkenal suka blusukan itu.
"Enggak setuju lah dia (Jokowi) nyapres. Janji mau benahi Jakarta, eh belum kelar sudah mau nyapres," keluhnya kepada Sindonews, Senin (24/3/2014).
Evrita meminta Jokowi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai tahun 2019. "Nanti kalau sudah selesai baru deh nyapres," tukasnya.
Sementara pedagang lainnya, Sri Mulyani, tidak mau berkomentar mengenai sikap Jokowi. Wanita paruh baya itu mengaku pasrah Jokowi mencalonkan diri menjadi presiden pada Pemilu 2014 nanti.
Pedagang Pasar Blok G Tanah Abang merupakan pedagang kaki lima yang ditertibkan Jokowi dari pinggir jalan Pasar Tanah Abang. Demi ketertiban jalan yang sering macet, para pedagang dipaksa pindah ke Blok G Tanah Abang dengan sejumlah kemudahan.
Namun sayangnya, sejak kepindahan para pedagang dari pinggir jalan ke Blok G, sekira September 2003 lalu, omset dagangannya merosot tajam. Hingga kini persoalan omset masih menjadi polemik di antara pedagang Blok G.
Pedagang di Pasar Blok G Tanah Abang, Evrita (38), mengaku kecewa atas pencalonan mantan Wali Kota Solo yang terkenal suka blusukan itu.
"Enggak setuju lah dia (Jokowi) nyapres. Janji mau benahi Jakarta, eh belum kelar sudah mau nyapres," keluhnya kepada Sindonews, Senin (24/3/2014).
Evrita meminta Jokowi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai tahun 2019. "Nanti kalau sudah selesai baru deh nyapres," tukasnya.
Sementara pedagang lainnya, Sri Mulyani, tidak mau berkomentar mengenai sikap Jokowi. Wanita paruh baya itu mengaku pasrah Jokowi mencalonkan diri menjadi presiden pada Pemilu 2014 nanti.
Pedagang Pasar Blok G Tanah Abang merupakan pedagang kaki lima yang ditertibkan Jokowi dari pinggir jalan Pasar Tanah Abang. Demi ketertiban jalan yang sering macet, para pedagang dipaksa pindah ke Blok G Tanah Abang dengan sejumlah kemudahan.
Namun sayangnya, sejak kepindahan para pedagang dari pinggir jalan ke Blok G, sekira September 2003 lalu, omset dagangannya merosot tajam. Hingga kini persoalan omset masih menjadi polemik di antara pedagang Blok G.
(hyk)