Nestapa TKI

Sabtu, 22 Maret 2014 - 06:40 WIB
Nestapa TKI
Nestapa TKI
A A A
TENAGA kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tak pernah luput dari masalah. Para pahlawan devisa yang merantau ke negeri orang untuk mengangkat derajat hidup keluarganya di kampung halaman ini harus menanggung risiko besar.

Hingga 2013 jumlah TKI yang tersebar di 114 negara mencapai 6,5 juta orang dengan jumlah remitansi tembus Rp81,3 triliun (data BNP2TKI). Remitansi atau kiriman uang para TKI kita ke Tanah Air mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Kenyataan ini semakin memperbesar minat masyarakat untuk menjadi TKI dengan harapan mendapat penghasilan berlipat-lipat dibanding bekerja di kampung atau merantau ke kota. Menjadi TKI sudah menjadi cara menggiurkan untuk lepas dari kemiskinan bagi banyak orang.

Tak sedikit yang rela menjual tanah, rumah, bahkan sampai meminjam uang ke tengkulak dengan bunga tinggi agar bisa berangkat ke luar negeri menjadi TKI. Dengan bekal pendidikan yang pas-pasan dan keterampilan seadanya, mereka nekat mencari kerja untuk mengubah nasib diri dan keluarga. Karena minim pengetahuan soal persyaratan menjadi pekerja di luar negeri, tidak sedikit yang sekadar ikut sama orang atau agen penyalur tenaga kerja swasta tanpa tahu banyak tentang hak dan kewajibannya.

Malah kontrak kerja pun mereka tidak tahu dan banyak yang menjadi korban penipuan penyalur tenaga kerja ilegal yang tega memeras bangsa sendiri demi uang. Yang lebih mengenaskan lagi, ada sejumlah TKI yang bekerja bertahun-tahun di luar negeri, tapi tidak pernah mendapat gaji sepeser pun dan paspornya ditahan sehingga benar-benar menjadi budak majikannya. Ini belum yang mendapat siksaan, pelecehan seksual, hingga perlakuan tidak manusiawi yang majikannya. Tidak semua pekerja migran kita mengalami kisah pilu.

Ada orang-orang kita yang ulet dan pantang menyerah akhirnya mampu mengubah nasibnya di luar negeri dengan berwirausaha atau mendapat pekerjaan yang lebih layak. Tapi, kisah sedih para TKI kita juga fakta yang harus kita terima. Terbaru, seorang gadis asal Pati, Jawa Tengah bernama Dewi Sukowati yang belum genap satu bulan bekerja di Singapura diancam hukuman mati karena dituduh membunuh majikannya, Nancy Gan Wan Geok.

Dewi diketahui menjadi TKI lewat jalur ilegal baik penyalurnya dari Indonesia maupun di Singapura. Sekarang Dewi sedang menunggu upaya Pemerintah Indonesia untuk memberi pembelaan dan pendampingan untuk meringankan kasusnya.

Paling tidak upaya hukum dan non hukum bisa dilakukan maksimal untuk menolong Dewi yang terpaksa menjadi pekerja migran untuk bisa membiayai ibunya yang kena stroke. Apa yang terjadi pada Dewi juga pernah dialami puluhan pekerja migran kita sebelumnya. Tentu ini tantangan besar Pemerintah Indonesia yang harus ditaklukkan.

Problem yang dialami para TKI di luar negeri berbagai macam dengan tingkat kesulitan berbeda-beda. Aparat kita tentu sudah berpengalaman menangani berbagai persoalan yang mendera para TKI kita. Cuma yang patut disayangkan, kenapa kejadian seperti yang dialami Dewi terus berulang. Tidak bijak rasanya jika kemudian semua disalahkan kepada Dewi seorang, gadis lugu dari desa yang sedang bingung mencari uang untuk membiayai pengobatan ibunya.

Apa pun status Dewi, apakah dia TKI legal atau ilegal, negara wajib memberi perlindungan semaksimal mungkin. Dewi warga negara yang berhak mendapat perlindungan hukum dari pemerintah. TKI adalah persoalan krusial yang sulit dipecahkan karena melibatkan banyak sekali kepentingan politik maupun ekonomi. Kurang tegas penegakan hukum di Tanah Air semakin memperkeruh situasi upaya perlindungan buruh migran kita.

Ada penawaran dan permintaan yang sulit ditembus dalam persoalan ini. Bagi agen dan penyalur, besaran permintaan tenaga kerja asal Indonesia dari luar negeri merupakan peluang bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Wilayah abuabu yang rupanya sengaja dibiarkan semakin menumbuhsuburkan praktik-praktik ilegal yang berujung pada penderitaan para pahlawan devisa kita.
(nfl)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Teuku Riefky Diharapkan...
Teuku Riefky Diharapkan Jadi Figur Pemersatu Jelang Musda Demokrat Aceh
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Kasatgas PRR Tito Dorong...
Kasatgas PRR Tito Dorong Percepatan Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera
NU dan Arsitektur Peradaban...
NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua
Tantangan Semakin Kompleks,...
Tantangan Semakin Kompleks, Panglima TNI Minta Perwira Muda Kuasai Teknologi
Mantan Pemimpin La Via...
Mantan Pemimpin La Via Campesina Jadi Sekjen Partai Buruh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved