Posko dirusak, PDIP akan melakukan investigasi
Kamis, 20 Maret 2014 - 20:27 WIB
Posko dirusak, PDIP akan melakukan investigasi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengusut perusakan posko partai di Kota Depok. PDIP membantah perusakan itu karena konflik internal.
Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengaku masih melakukan penyelidikan internal dan sudah melaporkan kasus ini ke DPP PDIP.
Dia menuding ada pihak luar yang sengaja ingin memancing PDIP. "Ada oknum dari luar PDIP yang dengan sengaja merusak pos kami di beberapa tempat. Saya tegaskan tidak ada konflik internal dalam hal ini," kata Hendrik, Kamis (20/3/2014).
Perusakan itu terjadi karena kebetulan posko sedang kosong. Saat peristiwa, para kader sedang berkampanye dan melakukan bakti sosial. Hendrik mengaku merasa kecolongan dengan adanya kasus ini.
"Kami tidak pernah menyangka akan seperti ini. Tapi kami imbau kepada seluruh kader untuk tidak terpancing dan tidak melakukan aksi balasan," tuturnya.
Dia menegaskan, pelaku yang merusak dan mengacak-acak adalah orang luar yang tidak dikenal. Sebab tidak mungkin kader yang melakukan perusakan, apalagi terhadap barang barang yang berlambang partai. "Lambang partai itu kehormatan bagi kami. Jadi tidak mungkin internal yang melakukan," aku Hendrik.
Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan internal. Dan kejadian ini sudah dilaporkan ke pusat. Namun dirinya masih berpikir untuk melaporkan secara pidana.
Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengaku masih melakukan penyelidikan internal dan sudah melaporkan kasus ini ke DPP PDIP.
Dia menuding ada pihak luar yang sengaja ingin memancing PDIP. "Ada oknum dari luar PDIP yang dengan sengaja merusak pos kami di beberapa tempat. Saya tegaskan tidak ada konflik internal dalam hal ini," kata Hendrik, Kamis (20/3/2014).
Perusakan itu terjadi karena kebetulan posko sedang kosong. Saat peristiwa, para kader sedang berkampanye dan melakukan bakti sosial. Hendrik mengaku merasa kecolongan dengan adanya kasus ini.
"Kami tidak pernah menyangka akan seperti ini. Tapi kami imbau kepada seluruh kader untuk tidak terpancing dan tidak melakukan aksi balasan," tuturnya.
Dia menegaskan, pelaku yang merusak dan mengacak-acak adalah orang luar yang tidak dikenal. Sebab tidak mungkin kader yang melakukan perusakan, apalagi terhadap barang barang yang berlambang partai. "Lambang partai itu kehormatan bagi kami. Jadi tidak mungkin internal yang melakukan," aku Hendrik.
Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan internal. Dan kejadian ini sudah dilaporkan ke pusat. Namun dirinya masih berpikir untuk melaporkan secara pidana.
(dam)