Pencapresan Jokowi sebabkan trah Soekarno terpecah
Kamis, 20 Maret 2014 - 10:41 WIB
Pencapresan Jokowi sebabkan trah Soekarno terpecah
A
A
A
Sindonews.com - Adik kandung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra tak mendukung pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai, Jokowi belum pantas diusung menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2014.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, silang pendapat yang terjadi di tubuh keluarga Soekarno menandakan masih terjadi faksi soal pencapresan Jokowi.
"Perlu juga dicari tahu keluarga lain yang memang belum setuju (pencapresan) Jokowi. Karena ada Guruh, dan mungkin putri Soekarno seperti Rahmawati (Soekarnoputri) belum setuju terhadap pencapresan Jokowi," ujar Emrus saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Menurut Emrus, meski silang pendapat itu hal yang biasa, tetapi dukungan politik dari keluarga Soekarno sangat dibutuhkan untuk pencapresan Jokowi. Dia berpendapat, terjadinya faksi dalam keluarga Soekarno menandakan pencapresan orang nomor 1 di DKI itu patut dipertanyakan.
Emrus menambahkan, walaupun dukungan pencapresan Jokowi berada distruktur partai, atau di tangan ketua umum, tetapi dukungan kultur keluarga juga dianggap penting. "Nah kalau ada seperti itu (faksi), maka suara mereka belum sepakat," sambungnya.
Seperti diberitakan, Guruh Soekarnoputra saat kunjungan ke Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sidoarjo, Jalan Sarinadi, Sidoarjo, Selasa (18/3/2014) menyatakan, dirinya belum sepakat jika Jokowi dicapreskan pada pemilu 2014 ini. Dia lebih setuju Jokowi dicapreskan pada 2019.
"Kalau pendapat saya pribadi belum saatnya Jokowi maju capres sekarang. Alangkah lebih matang jika maju capres tahun 2019 nanti," kata Guruh.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, silang pendapat yang terjadi di tubuh keluarga Soekarno menandakan masih terjadi faksi soal pencapresan Jokowi.
"Perlu juga dicari tahu keluarga lain yang memang belum setuju (pencapresan) Jokowi. Karena ada Guruh, dan mungkin putri Soekarno seperti Rahmawati (Soekarnoputri) belum setuju terhadap pencapresan Jokowi," ujar Emrus saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Menurut Emrus, meski silang pendapat itu hal yang biasa, tetapi dukungan politik dari keluarga Soekarno sangat dibutuhkan untuk pencapresan Jokowi. Dia berpendapat, terjadinya faksi dalam keluarga Soekarno menandakan pencapresan orang nomor 1 di DKI itu patut dipertanyakan.
Emrus menambahkan, walaupun dukungan pencapresan Jokowi berada distruktur partai, atau di tangan ketua umum, tetapi dukungan kultur keluarga juga dianggap penting. "Nah kalau ada seperti itu (faksi), maka suara mereka belum sepakat," sambungnya.
Seperti diberitakan, Guruh Soekarnoputra saat kunjungan ke Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sidoarjo, Jalan Sarinadi, Sidoarjo, Selasa (18/3/2014) menyatakan, dirinya belum sepakat jika Jokowi dicapreskan pada pemilu 2014 ini. Dia lebih setuju Jokowi dicapreskan pada 2019.
"Kalau pendapat saya pribadi belum saatnya Jokowi maju capres sekarang. Alangkah lebih matang jika maju capres tahun 2019 nanti," kata Guruh.
(kri)