Sabam 'buang badan' soal perjanjian Batutulis
Rabu, 19 Maret 2014 - 16:38 WIB
Sabam 'buang badan' soal perjanjian Batutulis
A
A
A
Sindonews.com - Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait membantah partainya ingkar janji terkait perjanjian Batutulis seperti yang ramai diperbincangkan.
Ia heran apabila Partai Gerindra menyebut partai berlogo kepala banteng moncong putih itu ingkar terkait perjanjian dukungan Prabowo Subianto kepada Megawati Soekarnoputri saat menjadi pasangan calon presiden (capres) saat Pemilu 2009.
"Saya kira kurang elok. Kalau mau ngata-ngatain (ingkar) tiga bulan lalu lah, jangan ketika PDIP sudah mencalonkan Jokowi sebagai capres," tukas Sabam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Menurut Sabam, perjanjian yang ditandatangani PDIP dengan Partai Gerindra pada Pemilu 2009 hanya terkait dukungan Prabowo kepada Megawati untuk menjadi capres pada saat itu.
"Karena saya hadir di Batutulis. Saya boleh berbicara, jadi yang kita sepakati mendukung Mega dan Prabowo menjadi presiden," tegasnya.
Kendati demikian, calon anggota DPD di Pemilu 2014 ini menegaskan bahwa PDIP tidak memiliki masalah dengan Partai Gerindra terkait polemik tersebut.
"Kita akan tetap bersahabat dengan Prabowo dan Hasyim. Kita berbangsa dan tanah air, sudah kenal lama," pungkasnya.
Ia heran apabila Partai Gerindra menyebut partai berlogo kepala banteng moncong putih itu ingkar terkait perjanjian dukungan Prabowo Subianto kepada Megawati Soekarnoputri saat menjadi pasangan calon presiden (capres) saat Pemilu 2009.
"Saya kira kurang elok. Kalau mau ngata-ngatain (ingkar) tiga bulan lalu lah, jangan ketika PDIP sudah mencalonkan Jokowi sebagai capres," tukas Sabam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Menurut Sabam, perjanjian yang ditandatangani PDIP dengan Partai Gerindra pada Pemilu 2009 hanya terkait dukungan Prabowo kepada Megawati untuk menjadi capres pada saat itu.
"Karena saya hadir di Batutulis. Saya boleh berbicara, jadi yang kita sepakati mendukung Mega dan Prabowo menjadi presiden," tegasnya.
Kendati demikian, calon anggota DPD di Pemilu 2014 ini menegaskan bahwa PDIP tidak memiliki masalah dengan Partai Gerindra terkait polemik tersebut.
"Kita akan tetap bersahabat dengan Prabowo dan Hasyim. Kita berbangsa dan tanah air, sudah kenal lama," pungkasnya.
(kri)