Kasus Batutulis, bukti elite politik tak punya komitmen
Rabu, 19 Maret 2014 - 11:06 WIB
Kasus Batutulis, bukti elite politik tak punya komitmen
A
A
A
Sindonews.com - Polemik mengenai perjanjian Batutulis antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto saat menjadi pasangan calon presiden (capres) di Pemilu 2009 terus bergulir.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai perjanjian itu tidak berlaku lagi karena Megawati pada saat itu tidak terpilih sebagai presiden.
"Perjanjian politik sulit untuk ditagih. Perjanjian Batutulis menurut saya akan sulit direalisasikan karena ada beberapa faktor menurut saya, pertama karena realitas politik membuktikan bahwa pasangan Mega-Prabowo kalah dengan SBY-Boediono," kata Pengamat Politik Heri Budianto saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Kata dia, sekalipun pada saat itu Megawati menjadi presiden perjanjian tersebut juga sulit untuk terealisasi saat ini. "Karena politik itu dinamis, maka perkembangan-perkembangan terkini akan sangat menentukan sikap politik partai," terangnya.
Dengan kasus ini, kata Heri, menjadi pembelajaran dan pendidikan politik untuk para elite dan masyarakat bahwa politik memang lentur, politik bukan bicara hari ini.
"Nah jika elite memiliki komitmen politik maka tidak akan kasus Batutulis akan terjadi," pungkasnya.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai perjanjian itu tidak berlaku lagi karena Megawati pada saat itu tidak terpilih sebagai presiden.
"Perjanjian politik sulit untuk ditagih. Perjanjian Batutulis menurut saya akan sulit direalisasikan karena ada beberapa faktor menurut saya, pertama karena realitas politik membuktikan bahwa pasangan Mega-Prabowo kalah dengan SBY-Boediono," kata Pengamat Politik Heri Budianto saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (19/3/2014).
Kata dia, sekalipun pada saat itu Megawati menjadi presiden perjanjian tersebut juga sulit untuk terealisasi saat ini. "Karena politik itu dinamis, maka perkembangan-perkembangan terkini akan sangat menentukan sikap politik partai," terangnya.
Dengan kasus ini, kata Heri, menjadi pembelajaran dan pendidikan politik untuk para elite dan masyarakat bahwa politik memang lentur, politik bukan bicara hari ini.
"Nah jika elite memiliki komitmen politik maka tidak akan kasus Batutulis akan terjadi," pungkasnya.
(kri)