Pencapresan Jokowi ciptakan ketegangan politik
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:54 WIB
Pencapresan Jokowi ciptakan ketegangan politik
A
A
A
Sindonews.com - Lewat mandat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mencalonkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Presiden 2014.
Direktur Eksetutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, hadirnya Jokowi menciptakan ketegangan baru antar kontestan pemilu sebelum perhelatan pemungutan suara legislatif dimulai.
"Sisi lain setelah deklarasi (Jokowi) pengkutuban itu mulai ada relnya dan di situ ketegangan sudah terjadi sebelum legislatif dimulai," ujar Yudi di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Namun demikian, berbicara Pemilu Presiden 2014 bukan cuma ada Jokowi. Menurutnya, masih banyak capres lain yang berpeluang menjadi pemenang pemilu. Kata Yudi, ada sisi negatif dan positif terkait pencapresan Jokowi tersebut.
Dari segi positif, parpol lain bisa mempunyai banyak waktu untuk menentukan strategi politiknya. Sedangkan sisi negatifnya, ketegangan politik mulai tercipta tanpa menunggu Pileg berakhir.
"Kalau setelah Pileg ketegangannya tidak terlalu panjang dan orang keburu masuk siapa dukung siapa. Sekarang karena panjang elemen ketegangannya lebih lama," sambungnya.
Direktur Eksetutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, hadirnya Jokowi menciptakan ketegangan baru antar kontestan pemilu sebelum perhelatan pemungutan suara legislatif dimulai.
"Sisi lain setelah deklarasi (Jokowi) pengkutuban itu mulai ada relnya dan di situ ketegangan sudah terjadi sebelum legislatif dimulai," ujar Yudi di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Namun demikian, berbicara Pemilu Presiden 2014 bukan cuma ada Jokowi. Menurutnya, masih banyak capres lain yang berpeluang menjadi pemenang pemilu. Kata Yudi, ada sisi negatif dan positif terkait pencapresan Jokowi tersebut.
Dari segi positif, parpol lain bisa mempunyai banyak waktu untuk menentukan strategi politiknya. Sedangkan sisi negatifnya, ketegangan politik mulai tercipta tanpa menunggu Pileg berakhir.
"Kalau setelah Pileg ketegangannya tidak terlalu panjang dan orang keburu masuk siapa dukung siapa. Sekarang karena panjang elemen ketegangannya lebih lama," sambungnya.
(kri)