Politikus PDIP tegaskan perjanjian Batutulis sudah usang
Senin, 17 Maret 2014 - 12:19 WIB
Politikus PDIP tegaskan perjanjian Batutulis sudah usang
A
A
A
Sindonews.com - Perjanjian politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2009 terus berpolemik. Perjanjian yang ditanda tangani Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto ini dikenal dengan perjanjian Batutulis.
Politikus senior PDIP Pramono Anung mengaku mengetahui soal kabar perjanjian Batutulis tersebut. Namun ditegaskan olehnya, poin dalam perjanjian tersebut untuk Pemilu 2014 tidak berlaku lagi.
"Kalau melihat apa yang diadakan dalam butir-butir itu, sebenarnya begitu pasangan Mega-Prabowo tidak menjadi presiden, tidak berlaku. Karena kan syaratnya butir satu sampai enam itu merupakan suatu kesatuan," tegas Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2014).
Pada kesempatan itu ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Wakil Ketua DPR itu enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengatakan, saat ini PDIP ingin fokus memenangkan Pemilu 2014.
"Sehingga di internal PDIP kami menganggap itu tidak perlu ditanggapi lebih jauh karena memang waktu Pemilu 2009 harus diakui kita kalah, sehingga itu enggak berlaku." ucapnya.
Politikus senior PDIP Pramono Anung mengaku mengetahui soal kabar perjanjian Batutulis tersebut. Namun ditegaskan olehnya, poin dalam perjanjian tersebut untuk Pemilu 2014 tidak berlaku lagi.
"Kalau melihat apa yang diadakan dalam butir-butir itu, sebenarnya begitu pasangan Mega-Prabowo tidak menjadi presiden, tidak berlaku. Karena kan syaratnya butir satu sampai enam itu merupakan suatu kesatuan," tegas Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2014).
Pada kesempatan itu ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Wakil Ketua DPR itu enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengatakan, saat ini PDIP ingin fokus memenangkan Pemilu 2014.
"Sehingga di internal PDIP kami menganggap itu tidak perlu ditanggapi lebih jauh karena memang waktu Pemilu 2009 harus diakui kita kalah, sehingga itu enggak berlaku." ucapnya.
(kur)