Jokowi jangan main-main dengan amanah rakyat
Minggu, 16 Maret 2014 - 09:05 WIB
Jokowi jangan main-main dengan amanah rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Tak semua kalangan ternyata mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Gerindra misalnya, menilai Jokowi telah mengingkari janjinya kepada rakyat Jakarta.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, sejak awal Gerindra DKI berharap banyak kepada pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar serius melakukan pembenahan ibu kota selama lima tahun. Pihaknya tidak ingin mengecewakan warga Jakarta yang telah mengantungkan harapan yang besar akan terpilihnya Jokowi-Ahok.
"Dalam perjalanannya Jokowi ternyata tak konsisten. Ternyata Jokowi lebih mementingkan pemenuhan syahwat kekuasaannya dari pada kepentingan rakyat Jakarta," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu 15 Maret 2014 malam.
Karena ingin menjaga besarnya ekspektasi rakyat itu, Gerindra bahkan rela mewakafkan Ahok untuk masyarakat Jakarta. Dengan tidak melibatkan mantan anggota DPR itu dalam kegiatan politik di Gerindra.
Puncaknya, kata Taufik, Ahok tidak dimasukkan dalam daftar juru kampanye partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut. Ahok diinstruksikan untuk berkonsentrasi dalam membenahi Jakarta.
"Hal itu kami lakukan untuk memberikan contoh dalam hal etika politik dan kepemimpinan. Agar jangan main-main dengan amanah rakyat," tandas Taufik.
Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, sejak awal Gerindra DKI berharap banyak kepada pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar serius melakukan pembenahan ibu kota selama lima tahun. Pihaknya tidak ingin mengecewakan warga Jakarta yang telah mengantungkan harapan yang besar akan terpilihnya Jokowi-Ahok.
"Dalam perjalanannya Jokowi ternyata tak konsisten. Ternyata Jokowi lebih mementingkan pemenuhan syahwat kekuasaannya dari pada kepentingan rakyat Jakarta," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu 15 Maret 2014 malam.
Karena ingin menjaga besarnya ekspektasi rakyat itu, Gerindra bahkan rela mewakafkan Ahok untuk masyarakat Jakarta. Dengan tidak melibatkan mantan anggota DPR itu dalam kegiatan politik di Gerindra.
Puncaknya, kata Taufik, Ahok tidak dimasukkan dalam daftar juru kampanye partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut. Ahok diinstruksikan untuk berkonsentrasi dalam membenahi Jakarta.
"Hal itu kami lakukan untuk memberikan contoh dalam hal etika politik dan kepemimpinan. Agar jangan main-main dengan amanah rakyat," tandas Taufik.
Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
(dam)