Ingat, Jokowi pernah berjanji di bawah sumpah
Minggu, 16 Maret 2014 - 08:11 WIB
Ingat, Jokowi pernah berjanji di bawah sumpah
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra merupakan salah satu pihak yang sangat kecewa atas keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, Jokowi pernah berjanji terhadap masyarakat Jakarta akan menyelesaikan masa jabatannya selama lima tahun. Bahkan, janji itu dilakukan di bawah sumpah
"Ketika terpilih menjadi Gubernur DKI, Jokowi disumpah dengan Alquran di atas kepalanya akan menyelesaikan masa jabatannya dalam satu periode. Sumpah itu dia ucapkan kepada Tuhan dan juga rakyat Jakarta yang mengantungkan harapan yang besar kepadanya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu 15 Maret 2014 malam.
Namun, lanjut Taufik, Jokowi ternyata mengingkari janjinya karena syahwat politik akan kekuasaan. Jokowi juga dinilai lebih patuh pada amanat partai ketimbang amanat rakyat.
"Karena itu kami minta maaf, calon yang kami usung dan dipercaya menjadi Gubernur DKI Jakarta ternyata tidak amanah terhadap sumpah jabatan, terhadap apa yang disampaikannya di dalam kampanye," tegasnya.
Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, Jokowi pernah berjanji terhadap masyarakat Jakarta akan menyelesaikan masa jabatannya selama lima tahun. Bahkan, janji itu dilakukan di bawah sumpah
"Ketika terpilih menjadi Gubernur DKI, Jokowi disumpah dengan Alquran di atas kepalanya akan menyelesaikan masa jabatannya dalam satu periode. Sumpah itu dia ucapkan kepada Tuhan dan juga rakyat Jakarta yang mengantungkan harapan yang besar kepadanya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu 15 Maret 2014 malam.
Namun, lanjut Taufik, Jokowi ternyata mengingkari janjinya karena syahwat politik akan kekuasaan. Jokowi juga dinilai lebih patuh pada amanat partai ketimbang amanat rakyat.
"Karena itu kami minta maaf, calon yang kami usung dan dipercaya menjadi Gubernur DKI Jakarta ternyata tidak amanah terhadap sumpah jabatan, terhadap apa yang disampaikannya di dalam kampanye," tegasnya.
Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
(kri)