HT sebut pemuda adalah tulang punggung negara
Sabtu, 15 Maret 2014 - 17:56 WIB
HT sebut pemuda adalah tulang punggung negara
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya kasus pencurian yang sering dialami dan kebanyakan pelakunya adalah anak muda, menjadi perhatian khusus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) memberikan fokus kepada pemuda yang ada di Indonesia.
"Kami akan berikan fasilitas kepada anak muda seperti memberikan lapangan pekerjaan, memiliki pendidikan yang layak dan tentunya diberikan pelatihan yang terarah, sesuai dengan arah pembangunan nasional," kata HT saat menghadiri pendirian Ormas Benteng Janur Nusantara (BJN), di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014).
Ia melanjutkan, hal ini sudah menjadi tanggung jawab karena pemuda adalah poros kehidupan untuk Indonesia. "Karena kewajiban pemerintah untuk mengubah pemuda agar lebih baik, karena mereka (pemuda) nantinya yang menjadi tulang punggung negara," ucap HT.
HT mengungkapkan, hampit separuh masyarakat Indonesia lebih banyak dari golongan anak muda. Karena itu anak muda harus dibuat produktif, sehingga pembangunan masa depan lebih positif. "50 persen masyarakat kita adalah anak muda berusia di bawah 30 tahun," pungkasnya.
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) memberikan fokus kepada pemuda yang ada di Indonesia.
"Kami akan berikan fasilitas kepada anak muda seperti memberikan lapangan pekerjaan, memiliki pendidikan yang layak dan tentunya diberikan pelatihan yang terarah, sesuai dengan arah pembangunan nasional," kata HT saat menghadiri pendirian Ormas Benteng Janur Nusantara (BJN), di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014).
Ia melanjutkan, hal ini sudah menjadi tanggung jawab karena pemuda adalah poros kehidupan untuk Indonesia. "Karena kewajiban pemerintah untuk mengubah pemuda agar lebih baik, karena mereka (pemuda) nantinya yang menjadi tulang punggung negara," ucap HT.
HT mengungkapkan, hampit separuh masyarakat Indonesia lebih banyak dari golongan anak muda. Karena itu anak muda harus dibuat produktif, sehingga pembangunan masa depan lebih positif. "50 persen masyarakat kita adalah anak muda berusia di bawah 30 tahun," pungkasnya.
(maf)