Muhammadiyah dan PAN memiliki kedekatan kultural
Jum'at, 07 Maret 2014 - 23:12 WIB
Muhammadiyah dan PAN memiliki kedekatan kultural
A
A
A
Sindonews.com - Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar Islam di Indonesia diyakini masih memiliki ikatan kultural dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengatakan dua alasan dirinya yakin Muhammadiyah masih memiliki kedekatan dengan PAN. Pertama kata Menko Perekonomian itu adalah PAN memiliki latar belakang sejarah dengan Muhammadiyah.
Selain itu, juga berdasarkan hasil survei menyebutkan Muhammadiyah masih memiliki kecenderungan memilih PAN. " Oleh karena itu kami merasa sangat dekat," ujar Hatta, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2014.
Namun, dia menghargai sikap resmi organisasi Muhammadiyah yang menyatakan ada jarak dengan semua partai politik, termasuk PAN. Hanya saja, dia mengingatkan bahwa faktor kesejarahan dan hubungan psikologis yang ada dengan Muhammadiyah, sebaiknya juga diterima semua pihak.
"Saya yakin warga Muhammadiyah menjadikan PAN dalam urutan pertama sebagai penyalur aspirasi politiknya," jelasnya.
Dia menambahkan, PAN adalah partai inklusif, bukan eksklusif yang tertutup untuk semua kalangan masyarakat. PAN bukanlah partai politik yang suka memilah-milah warga masyarakat.
Ditegaskan olehnya, PAN hadir bukan demi warga muslim saja, tapi bagi seluruh rakyat Indonesia. "PAN menjadi partai bagi siapa saja tidak memandang latar belakang suku dan agama," tegasnya.
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengatakan dua alasan dirinya yakin Muhammadiyah masih memiliki kedekatan dengan PAN. Pertama kata Menko Perekonomian itu adalah PAN memiliki latar belakang sejarah dengan Muhammadiyah.
Selain itu, juga berdasarkan hasil survei menyebutkan Muhammadiyah masih memiliki kecenderungan memilih PAN. " Oleh karena itu kami merasa sangat dekat," ujar Hatta, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2014.
Namun, dia menghargai sikap resmi organisasi Muhammadiyah yang menyatakan ada jarak dengan semua partai politik, termasuk PAN. Hanya saja, dia mengingatkan bahwa faktor kesejarahan dan hubungan psikologis yang ada dengan Muhammadiyah, sebaiknya juga diterima semua pihak.
"Saya yakin warga Muhammadiyah menjadikan PAN dalam urutan pertama sebagai penyalur aspirasi politiknya," jelasnya.
Dia menambahkan, PAN adalah partai inklusif, bukan eksklusif yang tertutup untuk semua kalangan masyarakat. PAN bukanlah partai politik yang suka memilah-milah warga masyarakat.
Ditegaskan olehnya, PAN hadir bukan demi warga muslim saja, tapi bagi seluruh rakyat Indonesia. "PAN menjadi partai bagi siapa saja tidak memandang latar belakang suku dan agama," tegasnya.
(kur)