Di mata Singapura, Indonesia lebih penting dari Malaysia
Rabu, 12 Februari 2014 - 05:52 WIB
Di mata Singapura, Indonesia lebih penting dari Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Protes pemerintah Singapura terhadap penamaan KRI Usman Harun dinilai hanya protes biasa alias gertak sambal. Sebab, Indonesia selama ini merupakan negara sahabat yang baik buat Singapura.
"Menjaga hubungan persahabatan dengan Indonesia itu penting bagi Singapura. Kalau harus memilih antara Malaysia atau Indonesia, Singapura itu kecenderungannya akan memilih Indonesia dia," ujar Pengamat Militer dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Kusnanto Anggoro saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/2/2014).
Ia menjelaskan, hal itu disebabkan persoalan sentimen yang sudah terbangun sejak lama antara Singapura dengan Malaysia. Sebelum menjadi negara, Singapura bersama Sabah, dan Sarawak bergabung dengan Persekutuan Tanah Melayu agar Federasi Malaysia dapat dibentuk.
Bahkan, lanjut dia, yang paling diuntungkan dari aksi peledakan MacDonnald House di Singapura pada tahun 1965 oleh dua anggota KKO (Korps Komando Operasi) Indonesia Usman Janatin dan Harun Said adalah Singapura. Aksi itu semakin memuluskan jalan Singapura untuk menjadi sebuah negara dan terlepas dari Federasi Malaysia.
"Terus Malaysia itu identik tanda petik dengan Melayu dan Muslim. Sedangkan Singapura itu lebih plural, lebih banyak etnis Tionghoanya. Dulu ketika Singapura di bawah Federasi Malaysia, kalangan bumi putra lebih diutamakan. Sehingga, Singapura merasa ada perlakuan tidak adil terhadap warga yang bukan etnis Melayu," tuturnya.
Karena itu, tambah Kusnanto, Singapura memiliki persoalan psikologi bersama Malaysia ketimbang dengan Indonesia. Sehingga, Singapura merasa lebih nyaman dengan Indonesia ketimbang Malaysia.
"Makanya kecil kemungkinan peluangnya Singapura mau memutuskan hubungan militer apalagi diplomatik dengan Indonesia," pungkasnya.
Polemik KRI Usman Harun muncul karena adanya protes Singapura terhadap penamaan itu. Pihak Singapura berpendapat Usman Harun merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965.
Adapun nama Usman Harun, merupakan gabungan dari nama dua marinir Indonesia, yaitu Usman Janatin dan Harun Said yang dianggap terlibat pemboman di sebuah bangunan di Orchard Road pada tahun 1965.
Dua marinir Indonesia itu, telah dieksekusi dengan hukuman gantung di Singapura, karena dianggap bersalah dalam pemboman tersebut. Jenazah keduanya telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca berita:
Protes KRI Usman Harun, Singapura cuma bermanuver
Usman Harun mampu jatuhkan pesawat tempur
"Menjaga hubungan persahabatan dengan Indonesia itu penting bagi Singapura. Kalau harus memilih antara Malaysia atau Indonesia, Singapura itu kecenderungannya akan memilih Indonesia dia," ujar Pengamat Militer dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Kusnanto Anggoro saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/2/2014).
Ia menjelaskan, hal itu disebabkan persoalan sentimen yang sudah terbangun sejak lama antara Singapura dengan Malaysia. Sebelum menjadi negara, Singapura bersama Sabah, dan Sarawak bergabung dengan Persekutuan Tanah Melayu agar Federasi Malaysia dapat dibentuk.
Bahkan, lanjut dia, yang paling diuntungkan dari aksi peledakan MacDonnald House di Singapura pada tahun 1965 oleh dua anggota KKO (Korps Komando Operasi) Indonesia Usman Janatin dan Harun Said adalah Singapura. Aksi itu semakin memuluskan jalan Singapura untuk menjadi sebuah negara dan terlepas dari Federasi Malaysia.
"Terus Malaysia itu identik tanda petik dengan Melayu dan Muslim. Sedangkan Singapura itu lebih plural, lebih banyak etnis Tionghoanya. Dulu ketika Singapura di bawah Federasi Malaysia, kalangan bumi putra lebih diutamakan. Sehingga, Singapura merasa ada perlakuan tidak adil terhadap warga yang bukan etnis Melayu," tuturnya.
Karena itu, tambah Kusnanto, Singapura memiliki persoalan psikologi bersama Malaysia ketimbang dengan Indonesia. Sehingga, Singapura merasa lebih nyaman dengan Indonesia ketimbang Malaysia.
"Makanya kecil kemungkinan peluangnya Singapura mau memutuskan hubungan militer apalagi diplomatik dengan Indonesia," pungkasnya.
Polemik KRI Usman Harun muncul karena adanya protes Singapura terhadap penamaan itu. Pihak Singapura berpendapat Usman Harun merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965.
Adapun nama Usman Harun, merupakan gabungan dari nama dua marinir Indonesia, yaitu Usman Janatin dan Harun Said yang dianggap terlibat pemboman di sebuah bangunan di Orchard Road pada tahun 1965.
Dua marinir Indonesia itu, telah dieksekusi dengan hukuman gantung di Singapura, karena dianggap bersalah dalam pemboman tersebut. Jenazah keduanya telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca berita:
Protes KRI Usman Harun, Singapura cuma bermanuver
Usman Harun mampu jatuhkan pesawat tempur
(kri)