Distribusi logistik di daerah terpencil didahulukan

Senin, 10 Februari 2014 - 15:33 WIB
Distribusi logistik...
Distribusi logistik di daerah terpencil didahulukan
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan pendistribusian logistik Pemilu Legislatif 2014 ke daerah terpencil akan didahulukan.

Itu demi memastikan pelaksanaan pileg di lokasi terpencil berjalan serentak dengan daerah lain.

"Itu jadi prioritas, terutama ke daerah-daerah di timur Indonesia," kata anggota KPU RI, Ferry Kunia, di Bandung, Jawa Barat, Senin (10/2/2014).

Daerah terpencil menurutnya butuh perhatian lebih dalam proses distribusi. Sebab kawasan terpencil sulit dijangkau dan memerlukan waktu lebih lama untuk mengantarkan logistik pemilu.

Untuk daerah terpencil, ia menyebut beberapa contoh yaitu Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.

Jika terjadi keterlambatan dalam proses distribusi, Ferry menegaskan itu salah KPU. "Ini tanggung jawab kita," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya terus komunikasi dengan berbagai pihak agar produksi logistik dan distribusi berjalan lancar. "Kita komunikasi dengan perusahaan dan teman-teman (KPU) di kabupaten/kota," jelasnya.

Dalam proses distribusi, KPU melibatkan Polri serta dibackup TNI demi memastikan keamanan dan kelancarannya. Bahkan jika diperlukan alat transportasi, pihaknya akan meminta bantuan TNI.

"Misalnya kita butuh kapal untuk distribusi karena ombaknya besar atau kapalnya padat, kita akan koordinasi dengan TNI," tuturnya.

Secara keseluruhaan, ia berharap tidak ada kendala berarti dalam proses produksi dan distribusi logistik pemilu. Sehingga pelaksanaannya akan berjalan tepat waktu dan lancar.

Direktur PT Granesia, Gatot Riyadi, mengatakan akan mempercepat proses distribusi. Dalam hal ini, PT Granesia kebagian jatah mencetak sekira 11 juta lembar surat suara untuk Sumatera Barat yang ditargetkan tuntas dalam 30 hari.

"Kita punya karyawan sekira 200 orang. Untuk mempercepat proses produksi kita menggunakan tenaga tambahan 100 orang," ucapnya.

Dengan cara seperti itu, produksi akan semakin cepat. Distribusi pun akan lebih cepat dilakukan demi menjaga agar distribusi ke daerah terpencil bisa didahulukan.

Pada proses distribusi, perusahaan hanya bertugas mengirimnya ke KPU kabupaten/kota. Selanjutnya, KPU setempat akan mendistribusikannya ke daerah-daerah hingga TPS. Maksimal H-3, semua logistik harus sudah ada di tingkat TPS.
(lns)
Berita Terkait
Distribusi Logistik...
Distribusi Logistik Pemilu di Wilayah Jakarta
Potret Perjuangan PPS...
Potret Perjuangan PPS dan Polisi Kawal Logistik Pemilu ke Pegunungan Maros
Logistik Pemilu 2024...
Logistik Pemilu 2024 Mulai di Distribukan
Pendistribusian Logistik...
Pendistribusian Logistik Pemilu 2024 di Kepulauan Makassar
Gelombang Tinggi Hantam...
Gelombang Tinggi Hantam Kapal Pengangkut Logistik Pemilu di Perairan Wakatobi
Logistik Pemilu Ditemukan...
Logistik Pemilu Ditemukan Bawaslu Gunungsitoli di Gudang Ilegal dalam Kondisi Rusak
Berita Terkini
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved