Pembatalan sepihak Singapura upaya meredam suasana

Senin, 10 Februari 2014 - 14:37 WIB
Pembatalan sepihak Singapura...
Pembatalan sepihak Singapura upaya meredam suasana
A A A
Sindonews.com - Indonesia yang tetap bersikeras menamai salah satu kapal perangnya dengan nama Usman Harun meski menuai kritik dari pemerintah Singapura masih berbuntut panjang. Pihak Singapura secara sepihak membatalkan keterlibatan Tim Jupiter dalam acara Singapore Airshow.

Pengamat Militer dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Kusnanto Anggoro menilai, tindakan itu hanya sebagai upaya mendinginkan suasana yang sedikit memanas antara pemerintah Singapura dan Indonesia terkait penamaan KRI Usman Harun.

"Saya kira itu untuk meredakan suasana saja ya. Saya enggak terlalu yakin itu akan menjadi katakanlah ketegangan secara eskalatif sampai titik genting," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (10/2/2014).

Menurutnya, sikap pemerintah Singapura juga harus dimengerti karena harus mengakomodasi desakan-desakan keluarga korban dan berbagai kalangan. Dengan menarik diri dari acara Singapore Airshow, pemerintah Indonesia dipandang sudah bersikap bijaksana.

"Saya kira memang perlu waktu. Ini soal perasaan yang memang harus kita akui juga. Di satu sisi wajar jika pemerintah Singapura agak sedikit sensitif," jelasnya.

Namun, Kusnanto meyakini ketegangan antara pemerintah Singapura dan Indonesia tak akan berlangsung lama. Ia juga tak yakin pemerintah Singapura akan mengambil tindakan yang lebih keras.

"Saya kira itu sementara ya. Mungkin cuma dua tiga bulan saja, tidak akan dilanjutkan dengan tindakan-tindakan lain yang lebih keras. Apalagi sampai pemutusan hubungan diplomatik atau pemutusan kerja sama militer," katanya.

"Saya yakin ada sebelumnya komunikasi antara Wakil Menhan Indonesia dengan pihak Singapura lewat jalur informal. Ini biasa terjadilah. Enggak mungkin lah tetangga berantem berlama-lama," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Singapura membatalkan undangan yang diberikan kepada militer Indonesia untuk hadir dalam akrobat pesawat militer atau Singapore Airshow. Pembatalan undangan itu sebagai buntut protes penamaan kapal militer Indonesia dengan nama KRI Usman Harun.

Singapura protes penamaan KRI Usman Harun karena keduanya merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965. Jenazah keduanya pun telah dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca berita:
Dibatalkan sepihak, TNI siap tarik Tim Jupiter dari Singapura

(kri)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved