Pemetaan daerah rawan bencana mendesak dirancang

Kamis, 06 Februari 2014 - 18:16 WIB
Pemetaan daerah rawan...
Pemetaan daerah rawan bencana mendesak dirancang
A A A
Sindonews.com - Pemetaan daerah bencana diperlukan untuk mendeteksi daerah yang mempunyai potensi bencana, hal ini bertujuan untuk mensiasati terjadinya bencana.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono. Menurutnya, pemetaan ini memperkaya data dalam penanganan daerah yang punya potensi bencana.

Sebelumnya pemataan bencana sudah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah (pemda).

"Pendataan ini penting untuk kita antisipasi, agar tidak memicu bencana itu terjadi yang dilakukan," kata Agung saat ditemui selepas pembukaan upacara Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 di Markas pelatihan Pertempuran‎ Hutan Kopassus, Situ Lembang, Kamis (6/2/2014).

Menurut Agung, nantinya dapat dilakukan pencegahan jika deteksi sudah dilakukan. Salah satunya reboisasi dapat ditingkatkan. Maka dijamin, jika dilakukan akan dapat mencegah longsor.

Dia mencontohkan, seperi hutan yang menjadi pelatihan Kopassus, dapat dialihkan penjagaanya agar dapat terawat. Meskipun hutan digunakan sebagai tempat latihan, tetapi pemeliharaan hutan sangatlah baik.

Sehingga tidak ada penebangan dan ada hunian di dalamnya. "Perawatan seperti ini dapat menjaga ekosistem yang ada di hutan. Memang sebaiknya hutan bukan untuk dihuni. Sebaiknya pemda memerlakukan hutan di daerahnya seperti itu, tidak ada yang sulit, karena pengawalan sudah ada di aturan," paparnya.

Agung mengatakan, selain pemataan daerah bencana, tujuan ekspedisi 2014 guna terbantunya masyarakat di wilayah cakupan ekspedisi dalam meningkatkan kesejahteraan dan meringankan beban hidup.

Selain itu, terdatanya sumber daya alam dengan baik, meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia kepada bangsa dan dikenalinya medan juang pertahanan TNI dan Polri.

Dengan ekspedisi ini, diharapkan dapat meningkatkan ‎pembangunan kepedulian dalam pembangunan nasional melalui program pelestarian lingkungan dan kesehatan. "Ekspedisi ini akan dilaksanakan pada 26 Febuari-24 Juni 2014. Penelitian geologi terkait potensi daerah bencana, flora dan fauna serta pendataan sumber daya alam," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved