Tak ada gunanya berpolemik soal somasi SBY
Kamis, 30 Januari 2014 - 06:30 WIB
Tak ada gunanya berpolemik soal somasi SBY
A
A
A
Sindonews.com - Somasi yang dilakukan kuasa hukum keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terhadap sejumlah pihak, dinilai tidak akan memberikan dampak negatif bagi SBY.
Hal tersebut dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung. Menurutnya, terkait adanya somasi yang dilakukan SBY, justru bukan menyudutkan SBY.
"Itu hanya opini publik, biarkan saja. Dia presiden punya hak untuk memilih tindakan politik, bisa itu kecerdasan politik, mengandalkan argumen politik atau menempuh jalur hukum," kata Rocky Gerung saat dihubungi Sindonews, Rabu 29 Januari 2014, malam.
Menurutnya, somasi yang dilakukan SBY ini seharusnya tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan dari SBY.
"Kenapa jadi ramai soal somasi ini? Karena yang diharapkan publik adalah, SBY menggunakan cara argumentasi politik, bukan dengan jalur hukum, itu yang bikin ramai. Padahal dari somasi tersebut tidak ada yang sensasional, biasa saja," ucapnya
"Presiden adalah seorang aktor politik yang berupaya memanfaatkan seluruh fasilitas publik. Tidak ada manfaatnya untuk membahas soal somasi ini, karena ketika seseorang memilih jalur hukum jadi tunggu saja secara legal dari somasi ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Palmer Situmorang selaku kuasa hukum keluarga SBY menyatakan, telah mensomasi sejumlah pihak. Di antaranya politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, dan aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono.
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
SBY juga somasi aktivis PPI dan Rizal Ramli
Hal tersebut dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung. Menurutnya, terkait adanya somasi yang dilakukan SBY, justru bukan menyudutkan SBY.
"Itu hanya opini publik, biarkan saja. Dia presiden punya hak untuk memilih tindakan politik, bisa itu kecerdasan politik, mengandalkan argumen politik atau menempuh jalur hukum," kata Rocky Gerung saat dihubungi Sindonews, Rabu 29 Januari 2014, malam.
Menurutnya, somasi yang dilakukan SBY ini seharusnya tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan dari SBY.
"Kenapa jadi ramai soal somasi ini? Karena yang diharapkan publik adalah, SBY menggunakan cara argumentasi politik, bukan dengan jalur hukum, itu yang bikin ramai. Padahal dari somasi tersebut tidak ada yang sensasional, biasa saja," ucapnya
"Presiden adalah seorang aktor politik yang berupaya memanfaatkan seluruh fasilitas publik. Tidak ada manfaatnya untuk membahas soal somasi ini, karena ketika seseorang memilih jalur hukum jadi tunggu saja secara legal dari somasi ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Palmer Situmorang selaku kuasa hukum keluarga SBY menyatakan, telah mensomasi sejumlah pihak. Di antaranya politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, dan aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono.
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
SBY juga somasi aktivis PPI dan Rizal Ramli
(maf)