KPK sita dokumen penting dari rumah Airin
Senin, 27 Januari 2014 - 19:41 WIB
KPK sita dokumen penting dari rumah Airin
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan, penggeledahan di beberapa tempat terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, ada yang sudah selesai dan ada yang masih berlangsung.
"Sebagian sudah selesai, tapi tim belum sampai ke kantor," kata Johan di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014).
Dijelaskan Johan, KPK sudah menyita sejumlah dokumen dari rumah dinas Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany. Namun, dia mengaku tidak mengetahui, dokumen tersebut terkait apa saja.
"Ada beberapa dokumen yang disita oleh penyidik KPK, misalnya dari rumah dinas wali kota, dari Jalan Denpasar. Saya belum dapat informasi keseluruhan berkaitan dengan proses penggeledahan," tukasnya.
Seperti diketahui, Wawan ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Selain itu, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu juga berstatus tersangka dalam tiga kasus yakni kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak, Banten, dugaan korupsi alkes Tangsel dan korupsi alkes Banten.
Wawan tutup mulut soal penggeledahan rumahnya
"Sebagian sudah selesai, tapi tim belum sampai ke kantor," kata Johan di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014).
Dijelaskan Johan, KPK sudah menyita sejumlah dokumen dari rumah dinas Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany. Namun, dia mengaku tidak mengetahui, dokumen tersebut terkait apa saja.
"Ada beberapa dokumen yang disita oleh penyidik KPK, misalnya dari rumah dinas wali kota, dari Jalan Denpasar. Saya belum dapat informasi keseluruhan berkaitan dengan proses penggeledahan," tukasnya.
Seperti diketahui, Wawan ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Selain itu, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu juga berstatus tersangka dalam tiga kasus yakni kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak, Banten, dugaan korupsi alkes Tangsel dan korupsi alkes Banten.
Wawan tutup mulut soal penggeledahan rumahnya
(maf)