PPI prihatin hukum sudah menjadi alat kekuasaan

Jum'at, 24 Januari 2014 - 17:27 WIB
PPI prihatin hukum sudah...
PPI prihatin hukum sudah menjadi alat kekuasaan
A A A
Sindonews.com - Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) merasa prihatin dengan penegakan hukum yang ada di Indonesia saat ini. Apalagi, hukum yang ada di Indonesia sudah dijadikan sebuah alat bagi penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya.

"Hukum dulu, baru kekuasaan. Seringkali juga penguasa menggunakan hukum untuk melanggengkan kekuasaan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPI, I Gade Pasek Suardika dalam diskusi yang bertemakan 'Hukum Kekuasaan dan Kekuasaan Hukum' di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (24/1/2014).

Untuk itu, lanjut Pasek, jargon hukum adalah panglima sangat sulit ditegakkan di Indonesia. Terlebih, jika pemimpin di Indonesia mengutamakan kekuasaan daripada hukum.

"Bahaya kalau kekuasaan dulu, jika penguasa mengutamakan kekuasaannya dari pada hukum nanti amarah bisa jadi hukum," pungkas Pasek.

Sebelumnya, mantan Ketua Komisi III DPR Gede Pasek mengaku heran, terkait persoalan hukum yang menimpa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Meski tak menyebut apa yang membuatnya bingung, namun sangkaan atas gratifikasi yang diterima Anas, belum juga menunjukkan kejelasan meski telah memeriksa banyak saksi.

"Hanya untuk kasus gratifikasi sudah sampai ratusan orang diperiksa, dan hasil pemeriksaan pun belum juga jelas," kata Pasek saat dihubungi, Senin 23 Desember 2013.

Karena semakin tak jelas itulah, pria yang dikenal sebagai loyalis Anas ini, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan persoalan hukum penggagas organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu.

"Sebaiknya kasusnya dihentikan. Jangan dipaksakan. Kasus yang awalnya gratifikasi mobil Harrier itu, makin tidak jelas kasus pidananya apa lagi," terangnya.

Baca berita:
SBY: Tak ada yang kebal hukum di negeri ini
(kri)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Refly Harun Optimistis...
Refly Harun Optimistis Hakim Kabulkan Praperadilan Roy Suryo Jilid II
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved