Pemilu serentak bisa hindari transaksi politik

Jum'at, 24 Januari 2014 - 13:47 WIB
Pemilu serentak bisa...
Pemilu serentak bisa hindari transaksi politik
A A A
Sindonews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemilu pada tahun 2019 dilaksanakan serentak. Hal itu pun mendapat tanggapan positif dari Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah, Din Syamsuddin.

Din berpendapat, dengan dilaksanakan pemilu serentak maka tak hanya bisa melakukan penghematan biaya tetapi juga mencegah terjadinya transaksi politik.

"Kami cenderung melihat itu bisa dilaksanakan dengan serentak, tidak hanya efisiensi tapi ada hal-hal lain yang bisa hindari transaksi politik dari parpol yang sudah merasa memiliki hasil pileg yang bisa dipisah sehingga politik kita berada pada tingkatan yang elitis dan lain-lain," kata Din di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Dirinya juga menilai, dengan adanya pemilu serentak menjadi salah satu cara penataan sistem politik di Tanah Air melalui sistem pemilihan. "Salah satu watak negatif demokrasi kita adalah politik biaya tinggi."

"Itu lah yang akan dorong demokrasi transaksional karena itu perlu dipikirkan pemilihan yang langsung tidak pada tiap tingkatan, gubernur presiden wali kota dan tentang pelaksanaannya," terangnya.

Terkait akan munculnya banyak calon presiden (capres) alternatif bila pemilu dilaksanakan bersamaan, kata Din, partai politik sebagai kendaraan politik harus mampu melakukan seleksi terhadap orang-orang yang akan dijadikan capres.

"Jadi hak parpol atau gabungan parpol untuk calonkan capres maka harus proses selektif. Hanya melalui proses seleksi akan bisa menghasilkan calon-calon yang berkualitas. Karena itu harus dipikirkan bersama-sama," pungkasnya.

Baca berita:
Pemilu serentak timbulkan masalah politik
(kri)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Daftar Kapolda Baru...
Daftar Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri pada Juli 2026, Ada Irjen Pipit Rismanto
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved