SBY akui sempat stres bikin buku terbarunya
Jum'at, 17 Januari 2014 - 23:09 WIB
SBY akui sempat stres bikin buku terbarunya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan bukunya berjudul Selalu Ada Pilihan di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014) malam.
Dia mengaku sempat merasa stres, ketika mengetahui buku yang ditulisnya begitu sangat tebal.
"Buku ini memang tebal, terus terang saya stres, setelah jadi ternyata tebal buku ini," kata Presiden SBY.
Dia pun mengaku khawatir, para rekannya takut dan enggan membaca buku setebal 824 halaman itu. "Tetapi katanya, bagi yang telah membaca, ketebalan buku itu tidak perlu ditakutkan karena bahasa ringan dan mudah, sebab banyak sekali cerita-cerita dan dialog-dialog yang segar. Maaf tidak berarti malam ini saya menjadi sale person, bukan," ucapnya.
Dia menjelaskan, intinya dalam buku tersebut berbagai macam kisah suka dan dukanya selama menjalankan tugas negara, bebas untuk membaca sebagian dari buku itu, atau membaca seluruhnya.
"Sebagaimana yang menjadi buku, menjadi judul yang saya tulis Selalu Ada Pilihan", siapapun tentunya bebas memilih. Memilih membaca atau tidak. Memilih membaca sebagian, namanya tebang pilih itu, atau memilih membaca keseluruhannya. pilihan ada bapak ibu sekalian," tuturnya.
Takut tersinggung, SBY enggan beri buku ke capres
Hari ini, SBY & Anas kompak luncurkan buku
Dia mengaku sempat merasa stres, ketika mengetahui buku yang ditulisnya begitu sangat tebal.
"Buku ini memang tebal, terus terang saya stres, setelah jadi ternyata tebal buku ini," kata Presiden SBY.
Dia pun mengaku khawatir, para rekannya takut dan enggan membaca buku setebal 824 halaman itu. "Tetapi katanya, bagi yang telah membaca, ketebalan buku itu tidak perlu ditakutkan karena bahasa ringan dan mudah, sebab banyak sekali cerita-cerita dan dialog-dialog yang segar. Maaf tidak berarti malam ini saya menjadi sale person, bukan," ucapnya.
Dia menjelaskan, intinya dalam buku tersebut berbagai macam kisah suka dan dukanya selama menjalankan tugas negara, bebas untuk membaca sebagian dari buku itu, atau membaca seluruhnya.
"Sebagaimana yang menjadi buku, menjadi judul yang saya tulis Selalu Ada Pilihan", siapapun tentunya bebas memilih. Memilih membaca atau tidak. Memilih membaca sebagian, namanya tebang pilih itu, atau memilih membaca keseluruhannya. pilihan ada bapak ibu sekalian," tuturnya.
Takut tersinggung, SBY enggan beri buku ke capres
Hari ini, SBY & Anas kompak luncurkan buku
(maf)