Alasan sibuk, kader Demokrat belum kunjungi Anas
Rabu, 15 Januari 2014 - 12:40 WIB
Alasan sibuk, kader Demokrat belum kunjungi Anas
A
A
A
Sindonews.com - Politikus Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mengungkapkan, alasan kader partainya belum mengunjungi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Pasek, saat ini kader partai berlogo bintang mercy itu masih menjalani kesibukan mengurus berbagai agenda partai. "Kan pada sibuk semua, sibuk konvensi, mem-plt pengurus, ke dapil," kata Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).
Karena itu, Ia menilai, wajar jika sampai saat ini belum ada kader Partai Demokrat yang belum mengunjungi mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu.
"Jadi wajar lah. Saya aja belum kok," pungkas Pasek.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf membatah, jika Partai Demokrat dianggap melarang kadernya untuk menjenguk Anas Urbaningrum.
Dia menegaskan, partainya tidak melarang anggota maupun pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mau mengunjungi Anas Urbaningrum.
"Siapa yang melarang, tidak ada yang melarang-larang," kata Nurhayati.
Baca berita :
Persoalan Anas diyakini tetap berpengaruh terhadap Demokrat
Menurut Pasek, saat ini kader partai berlogo bintang mercy itu masih menjalani kesibukan mengurus berbagai agenda partai. "Kan pada sibuk semua, sibuk konvensi, mem-plt pengurus, ke dapil," kata Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).
Karena itu, Ia menilai, wajar jika sampai saat ini belum ada kader Partai Demokrat yang belum mengunjungi mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu.
"Jadi wajar lah. Saya aja belum kok," pungkas Pasek.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf membatah, jika Partai Demokrat dianggap melarang kadernya untuk menjenguk Anas Urbaningrum.
Dia menegaskan, partainya tidak melarang anggota maupun pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mau mengunjungi Anas Urbaningrum.
"Siapa yang melarang, tidak ada yang melarang-larang," kata Nurhayati.
Baca berita :
Persoalan Anas diyakini tetap berpengaruh terhadap Demokrat
(nfl)